Dokter Kepresidenan Berusaha Selamatkan, Jokowi Kenang Pertemuan Terakhir dengan Buya Syafii Maarif

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tim dokter kepresidenan ikut berusaha menyelamatkan nyawa Buya Syafii Maarif saat dirawat di RS Muhammadiyah, Gamping Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Namun, guru bangsa itu kembali keharibaan Sang Khalik, Jumat 27 Mei 2021 dengan status henti jantung.

Sementara Presiden Jokowi menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Buya dua bulan lalu, beberapa saat setelah keluar dari rumah sakit.

“Saat itu, beliau sudah sehat dan terlihat bugar. Itulah pertemuan terakhir saya dengan Buya Syafii. Selamat jalan Sang Guru Bangsa,” ujar Presiden Jokowi.

Perihal keterlibatan tim dokter kepresidenan diungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS PKU Muhammadiyah, Gamping, dr. Evita Devi Noor Rahmawati.

Menurut Evita, sejak dirawat kembali 14 Mei 2022, Tim Dokter RS PKU Muhammadiyah, Gamping dibantu Tim Dokter Kepresidenan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini