Cina Klaim Temukan Vaksin Corona dan Segera Didistribusikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar gembira datang dari Cina. Pemerintahnya mengklaim telah menemukan vaksi virus corona dan sudah elakukan uji coba vaksin tersebut kepada manusia.

Hal itu diungkapkan oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Cina untuk Bali, Guo Haodong.

Meski beleum diketahui kapan waktunya, Guo Haodong menegaskan pemerintahnya akan mendistribusikan vaksin tersebut untuk meredakan wabah virus yang tengah menjadi pandemi dunia tersebut.

“Pemerintah Cina sudah melakukan uji coba vaksin di tubuh manusia. Jika sudah selesai bisa secepatnya didistribusikan dan bisa cepat meredakan wabah ini. Kami sangat percaya bahwa ke depan kita bisa kendalikan virus corona ini,” ujar Haodong usai bertemu Gubernur Bali, Rabu 18 Maret 2020.

Pemerintah Cina, Guo Haodong memaparkan, menghabiskan waktu sekitar dua bulan untuk melawan virus tersebut. Hasilnya menakjubkan, tak ada lagi kasus baru warga yang terjangkit virus corona.

“Hasilnya di Wuhan sekarang tidak ada kasus baru lagi, hanya ada pasien yang menunggu penyembuhan,” klaimnya.

Dalam kesempatan itu Guo Haodong juga mengatakan, masa tugasnya sebagai konjen akan berakhir di akhir bulan ini. Untuk itu, ia sengaja mendatangi Gubernur Bali untuk berpamitan. Ia mengaku akan terus mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata andalan Indonesia di negaranya.

“Kami akan terus berupaya mempromosikan Bali kepada masyarakat Cina. Saya sangat mencintai Bali dan sudah punya pengetahuan cukup dalam tentang Bali, adat istiadat, termasuk filosofi Tri Hita Karana,” ujarnya.

Ia menjamin segala kerja sama antara Pemerintah Cina dengan Pemprov Bali akan terjalin terus. “Saya pastikan Tiongkok akan melanjutkan kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan budaya ke depannya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini