Bikin Malu Jokowi, Indonesia Impor Cangkul Hingga Rp 1,3 Miliar

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) malu dan jengkel, dimana Indonesia masih melakukan Impor cangkul. Terungkap data dari BPS yang merilis dimana anggaran cangkul impor menembus Rp 1,3 miliar.

Dalam data itu, tertulis impor cangkul sepanjang 2019 mencapai USD 93.155 US dollar. Berdasarkan asal negara, impor pacul tercatat hanya dari China dan Jepang.

“Cangkul, masak masih impor,” ujar Presiden Jokowi di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Rabu lalu.

Dia terlihat sewot saat melihat data BPS. Dalam data itu, tertulis impor cangkul sepanjang 2019 mencapai USD 93.155. Nilainya kira-kira setara dengan Rp1,3 miliar di kurs Rp 14.000.

Saat ini, Kemenperin sudah memberikan penugasan kepada PT Krakatau Steel Tbk, PT Boma Bisma Indra, dan PPI. Ketiga perusahaan itu ditugaskan memaksimalkan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam memproduksi cangkul.

Dari data yang ada, IKM dalam negeri mampu memproduksi 700.000 cangkul per tahun. Selain itu, terdapat 2.000 IKM yang turut memproduksi cangkul dan tersebar di 12 sentra

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini