Benarkah Kebanyakan Makan Gorengan Bisa Bikin Pria Impoten?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gorengan memang salah satu makan favorit di waktu senggang dan menjadi salah satu penahan lapar. Namun, kebanyakan makan gorengan malah berakibat buruk bagi kesehatan kaum pria.

Melansir KlinikLelaki.com, makan gorengan berlebihan berisiko mendatangkan impotensi bagi kaum pria alias disfungsi ereksi.

Alasannya karena gorengan banyak mengandung minyak yang dapat meninggalkan tumpukan kolesterol di dalam tubuh.
Kolesterol ini jika dibiarkan terus menerus dalam jumlah yang banyak akan mempunyai pengaruh yang sangat buruk untuk aliran darah di berbagai organ tubuh, termasuk di area kejantanan dan dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi.

Selain itu lemak jenuh yang terkandung dalam gorengan juga berbahaya karena dapat membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah, hal ini menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang bisa menyebabkan banyak penyakit berbahaya; seperti jantung, stroke dan juga impotensi.

Nah, jika anda memang menyukai gorengan dan sering sekali menyantapnya dalam jumlah yang banyak, sebaiknya mulai sekarang dikurangi. Alangkah baiknya mulai memasukkan buah dan sayur ke dalam makanan Anda.

Selain itu Anda juga bisa mulai berolahraga untuk mengurangi kolesterol dan lemak jenuh yang terlanjur ada di dalam tubuh Anda. Dua hal ini akan membantu mengurangi resiko impotensi yang selama ini mengintai Anda.

Namun apabila Anda sudah mulai menemukan tanda-tanda disfungsi ereksi atau impotensi, Anda bisa langsung berkonsultasi ke dokter terkait untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini