Aktivis Antikorupsi dari JCW Baharuddin Kamba, Menggelar Aksi Tunggal di Depan Kejaksaan Negeri Sleman.

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Penanganan kasus adanya dugaan korupsi dana hibah pariwisata di Kabupaten Sleman, yang dikucurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2020 penanganannya dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dinilai sangat lamban.

“Hal tersebut, disampaikan aktivis antikorupsi Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba saat menggelar aksi tunggalnya di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman pada hari Rabu, 24 Januari 2024.

Baharuddin mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mendukung Kejari Sleman dalam menuntaskan perkara ini.” Dalam aksi tunggal kali ini, Baharuddin membawa dua ekor anak ayam diberi warna kuning dan orange, sapu lidi, sejumlah uang kertas mainan, dua bungkus tolak angin, memakai lurik garis lurus dan mengenakan topi.

“Ia menyebut meski penanganan kasus ini telah masuk tahap penyidikan sejak April 2023, namun sampai saat ini belum ada pengumuman penetapan tersangkanya.” Pada intinya kami JCW mendukung menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata ini,” tambah Baharuddin.

Baharuddin berkata, simbul dua ekor anak ayam ini agar Kejari Sleman memiliki taji dalam menuntaskan kasus dana hibah pariwisata Sleman.” Dua ekor anak ayam ini nanti akan tumbuh menjadi besar, dan memiliki taji,” tutur Baharuddin.

“Uang mainan dan sapu lidi, memiliki makna bahwa dalam penuntasan kasus ini harus bersih dari intervensi dari siapapun dan KKN,” katanya.

Sementara, lurik motif garis lurus dimaknai agar menuntaskan kasus dana hibah pariwisata Sleman tegak lurus atau on the track dalam penanganannya.” Lalu dua bungkus tolak angin sebagai harapan agar Kejari Sleman tidak masuk angin dalam penuntasan kasus dana hibah pariwisata ini.

” Menurut Baharuddin, sejauh ini Kejaksaan Negeri Sleman masih berkutat pada pemeriksaan saksi dan masih menunggu penghitungan kerugian negara oleh kantor BPKP DIY.

“Kami melihat Kejari Sleman terkesan lamban menangani kasus ini, sampai saat ini masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan oleh BPKP.” Secara regulasi sebenarnya, Kejaksaan memiliki kewenangan dalam menghitung nilai kerugian negara,” tutupnya.

Menanggapi aksi tunggal tersebut, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sleman, Ginanjar Damar Pemenang menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan masyarakat melalui JCW dalam mengawal dan turut serta mendorong penuntasan perkara ini.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat terutama JCW, telah berperan mengawasi tugas-tugas kedinasan kami di Kejari Sleman.” Seperti yang dikatakan Mas Baharuddin Kamba tadi, ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,” ujar Ginanjar.

“Ia mengatakan penanganan perkara oleh tim penyidik Kejari Sleman telah berjalan sesuai SOP.” Saat ini penyidikan masih berjalan, kami pastikan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku dan kami tegak lurus dalam menangani perkara ini,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini