Yuk Pakai Masker Ini untuk Wajah Anti Kusam di Musim Panas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat musim kemarau, kulit wajah menjadi kusam, gelap, dan berjerawat. Untuk itu, tidak ada salahnya melakukan perawatan ekstra pada wajah saat musim kemarau atau panas tiba.

Jangan khawatir, Anda dapat melakukan perawatan wajah dari rumah dengan bahan sederhana dan mudah. So, untuk kulit wajah tetap segar, anti kusam, dan tidak berjerawat di musim panas, berikut masker rumahan yang dapat Anda buat sendiri, seperti dilansir Times of India.

Masker mint

Giling segenggam daun mint dan tambahkan sedikit bubuk kunyit ke dalamnya. Campur beberapa tetes air dan oleskan ke wajah. Cuci setelah masker mengering.

Masker mentimun

Parut setengah mentimun dan campur dengan gel lidah buaya. Oleskan pada wajah dan cuci setelah setengah jam.

Masker lemon madu

Campurkan jus lemon dan madu dengan perbandingan yang sama. Oleskan pada wajah dan cuci setelah mulai mengering.

Masker telur dan madu

Ambil satu putih telur dengan satu sendok makan madu dalam mangkuk. Campur dan oleskan pasta tersebut ke area wajah Anda. Bilas setelah mengering.

Masker pisang dan madu

Hancurkan setengah pisang dan tambahkan satu sendok makan madu. Oleskan pada wajah dan cuci setelah setengah jam.

Masker cendana

Campur kayu cendana dengan air mawar dan oleskan pada kulit Anda satu kali dalam seminggu. Cuci setelah kering dan lihat hasilnya.

Masker tomat

Haluskan tomat dan tambahkan setetes madu. Oleskan pada wajah dan cuci setelah setengah jam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini