Yuk Baca Doa Ini Biar Tetap Waras di Masa Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak dapat dipungkiri, bila Covid-19 berdampak besar pada kehidupan. Pandemi panjang membuat banyak orang menjadi bingung, cemas, stress, bahkan frustrasi.

Sejumlah orang khawatir tertular virus yang telah menelan lebih dari 4 juta jiwa di dunia itu. Sementara sebagian lainnya pusing memikirkan masalah finansial, pekerjaan, masa depan, sekolah dan tugas anak yang sekolah di rumah, serta kondisi pasca pandemi.

Asisten Direktur di Pusat Studi Stres Traumatis Uniformed Services University of the Health Sciences AS, Joshua Morganstein, M.D. menyampaikan, emosi tersebut wajar.

“Belakangan banyak ketidakpastian. Kondisi itu membuat orang sulit merencanakan masa depan. Hal itu membuat orang jadi jengkel,” kata Joshua Morganstein kepada Self.

Sebagai seorang Muslim, cara terbaik untuk memohon pertolongan hanyalah kepada Allah SWT. Meminta agar diberi kekuatan, kesabaran, dihindari dari stress, dan tetap waras menjalani kehidupan di masa pandemi ini. Adapun doa yang dapat dilantunkan:

Doa 1

“Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min gholabatid dayni wa qohrir rijaal.”

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung pada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada-Mu dari cengkraman utang dan penindasan orang.” (HR Abu Dawud dan Al-Baihaqi).

Doa 2“Yaa hayyu yaa Qayyuum, Bi Rahmatika Astaghiits.”
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak memerlukan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan.” (HR At-Tirmidzi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini