Yeay! HBO Lagi Garap Spin-Off Baru dari ‘Game of Thrones’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Usai resmi dibuatkan prekuel ‘Game of Thrones’ dengan judul ‘House of the Dragon’. Kini HBO mengungkapkan bahwa mereka juga lagi menggarap spin-off barunya yang memfokuskan kisah kehidupan dari karakter Jon Snow.

Melansir dari THR, kabarnya spin-off ini masih dalam pengembangan awal. Kit Harington akan kembali memerankan karakternya sebagai Jon Snow.

Aktor itu telah mendapatkan nominasi Emmy Awards sebanyak dua kali. Berkat perannya sebagai pahlawan aksi yang berjuang untuk menegakkan nilai-nilai luhur keluarganya di dunia yang brutal.

Pada musim terakhir di serial ‘GoT’, Jon Snow baru mengetahui nama aslinya yang merupakan keluarga dari Targaryen, yakni Aegon Targaryen, di mana ia adalah calon pewaris Iron Throne. Di akhir serinya ia diasingkan dari Westeros dan melakukan perjalanan ke Tembok Utara bersama Wildings untuk meninggalkan kehidupan lamanya.

Sejak berakhirnya serial itu, Harington pun muncul di Marvel Cinematic Universe (MCU) untuk membintangi film ‘Eternals’.

Sementara itu, spin-off ‘Game of Thrones’ ini masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai plot dan prediksi jadwal perilisannya. Baik dari Harrington maupun perwakilan HBO tidak memberikan komentar apa pun terkait proyek spin-off ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini