Yah! Syuting ‘Black Panther: Wakanda Forever’ Disetop Sementara, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Syuting ‘Black Panther: Wakanda Forever’ untuk sementara dihentikan. Pasalnya, salah satu aktris, Letitia Wright masih dalam proses penyembuhan cedera.

Wright mengalami cedera saat proses syuting pada Agustus lalu. Dengan demikian, syuting disetop sementara dan akan dimulai lagi di awal 2022.

Cedera Wright terjadi lebih dari dua bulan lalu pada akhir Agustus saat syuting adegan yang melibatkan stunt rig di lokasi di Boston. Pada saat itu, cederanya diperkirakan tidak akan memengaruhi jadwal syuting.

Sutradara Ryan Coogler dan sisa produksi sebagian besar syuting di Atlanta sejak Wright terluka. Dia berada di London saat syuting digelar tanpa kehadirannya.

“Letitia telah pulih di London sejak September dari cedera yang diderita di lokasi syuting ‘Black Panther 2’ dan diperkirakan bisa kembali bekerja awal 2022,” bunyi perwakilan Wright.

“Letitia berharap semua orang mendoakan agar dia segera sembuh dan bisa kembali bekerja,” katanya.

Black Panther: Wakanda Forever’ akan dirilis pada 11 November 2022, setelah mengalami pengunduran dari jadwal semula di 8 Juli.

Wright bergabung dengan Marvel Cinematic Universe sebagai Shuri, penemu jenius dan adik perempuan T’Challa yang diperankan almarhum Chadwick Boseman di ‘Black Panther’ tahun 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh

*) Oleh : Dewi AnjaniKesejahteraan buruh merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitassosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Buruh tidak hanya berperansebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai penggerak utama roda ekonomi. Ketika kesejahteraan mereka terpenuhi, produktivitas meningkat, hubungan industrial menjadi harmonis, dan potensi konflik sosial dapat diminimalkan. Oleh karena itu, perhatian terhadap buruh bukan sekadar isu ekonomi, melainkan juga bagian dariupaya menjaga harmoni sosial secara menyeluruh.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat(Kamtibmas). Menurutnya, Polda Jabar siap mengedepankan pendekatan humanisdalam mengawal setiap aspirasi maupun implementasi kebijakan tenaga kerja di lapangan.Pemerintah memiliki peran sentral dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha. Penetapanupah minimum yang adil, pengawasan ketenagakerjaan yang efektif, serta perluasanjaminan sosial merupakan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan. Kebijakanyang seimbang akan menciptakan rasa keadilan bagi buruh sekaligus memberikankepastian bagi pelaku usaha untuk terus berkembang.Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pemangku kepentinganketenagakerjaan menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas di lapangan. Pendekatandialogis dan preventif perlu terus diperkuat agar setiap potensi permasalahan dapatdiselesaikan secara damai dan konstruktif. Dengan demikian, peningkatankesejahteraan buruh tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat harmoni sosial dan stabilitas keamanansecara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan peningkatankesejahteraan buruh merupakan kunci utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Ketika buruh mendapatkan haknya secaraadil, baik dari sisi upah, perlindungan kerja, maupun jaminan sosial, maka stabilitashubungan industrial akan terjaga dan potensi konflik dapat diminimalkan. Pemerintahterus mendorong sinergi antara dunia usaha dan pekerja agar tercipta ekosistemketenagakerjaan yang seimbang dan berkeadilan.Lingkungan kerja yang aman, pemberian upah yang layak, serta kesempatanpengembangan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitashidup buruh. Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan tidak hanyaakan mendapatkan loyalitas tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan citra positif di mata publik.Peningkatan kesejahteraan buruh juga tidak terlepas dari peran serikat pekerjasebagai jembatan komunikasi antara buruh dan manajemen. Serikat pekerja yang kuat dan profesional dapat menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan hak-hakburuh secara konstruktif....
- Advertisement -

Baca berita yang ini