Waspada! Kurang Tidur Bisa Membunuhmu Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak yang beranggapan bahwa kurang tidur bisa di bayar dengan hutang tidur. Atau istilahnya dengan balas dendam di hari libur dan bisa tidur seharian.

Itu tidak benar dan tidak juga bisa bermanfaat, karena otak manusia itu tidak mampu untuk menyetarakan waktu tidur yang sebenarnya secara baik atau waktu tidur yang di paksakan secara seharian.

Normal waktu tidur untuk manusia itu berbeda-beda, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua itu semua berbeda. Manusia normalnya tidur 7-9 jam per hari, itu range seluruh dunia untuk nilai rata-rata jam tidur yang normal.

Apa yang di alami tubuh jika kurang tidur?

Bermacam-macam, contohnya kurang konsentrasi, hilangnya mood, depresi, stress bahkan perubahan pola makan dan terjadinya obesitas pada tubuh. Itu kira-kira yang terjadi pada tubuh jika kurang tidur. Apadun tanda-tanda tubuh yang alami jika kurang tidur, contohnya seperti mata itu terlihat lebam, merah dan kehitaman di kelopak mata bawah.

Apa saja sih, bahayanya kurang tidur padatubuh kita. Berikut pembahasan menurut, Dr. Sugadi Santoso yang di lansir dari video YouTube SB30 Health:

1. Berdampak pada Hormon

Kurang tidur akan berdampak terhadap hormon kita, terutama pada sex. Jadi, pada pria dewasa yang setiap hari tidurnya hanya 4-5 jam secara rutin, itu bisa meyebabkan penurunan kadar level testosteronenya.

Bahkan, penurunan tersebut bisa seperti seniornya yang 10 tahun di atas usia mereka. Dan ini juga berlaku untuk reproduksi wanita.

2. Masalah di Kardiovaskular

Kurang tidur pada sistem Kardiovaskular. Kardiovaskular berbicara tentang kesehatan sistem jantung kardio atau jantung vaskular dan itu adalah pembuluh darah. Hubungannya kurang tidur dengan kardiovaskular

3. Berdampak pada Sistem Kekebalan Tubuh

Pengaruh kurang tidur juga bisa berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Terdapat yang namanya NK Cell (Nature Killer Cell).

NK Cell bisa di ibaratkan sebagai agen rahasia yang tugasnya untuk mengidentifikasi zat-zat yang berbahaya atau yang tidak di inginkan oleh tubuh kita lalu di eliminasi. Namun ketika kurang tidur, ini akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh terhadap NK Cell kita.

4. Risiko Kanker

Mereka yang kurang tidur memiliki risiko terkena kanker lebih besar, dibandingkan mereka yang tidurnya cukup. Dan kurang tidur merupakan salah satu faktor risiiko terkena kanker yang sering dianggap remeh.

5. Mengikis DNA

Pengaruh kurang tidur terhadap kode genetik yaitu DNA. Jadi kurang tidur ini bahkan mengikis jalan kehidupan biologis itu sendiri yaitu kode genetik DNA.

Reporter: Novita Sari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini