Wajib Tahu Ni! Keseringan Pakai Earphone Berisiko Terkena Tinnitus

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Hampir setiap orang di dunia menggunakan perangkat tambahan seperti earphone dan semacamnya untuk mendengarkan musik biar lebih khusuk.

Namun, tahukan Anda ternyata terlalu sering menggunakannya bisa berisiko terkena penyakit tinnitus. Hal ini dijelaskan oleh konsultan sekaligus dokter bedah spesialis THT dr Girish Anand.

“Kebiasaan mendengarkan musik dengan keras menggunakan perangkat seperti earphone bisa menyebabkan gangguan pendengaran tinnitus, tergantung dari intensitas dan frekuensi suaranya,” ujarnya yang dikutip dari Times of India.

Menurut dr Santosh S, salah satu konsultan senior THT di Columbia Asia Hospital Hebbal, tinnitus merupakan gejala kerusakan pada saraf yang ada di telinga. Suara yang dihasilkan akan langsung mengarah ke gendang telinga dan bisa berbahaya.

“Jika ini tidak diatasi secepatnya, bisa merusak saraf secara permanen. Saat tinnitus tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan suara yang mengganggu di telinga secara permanen. Selain itu, suara yang ditimbulkan bisa menyebabkan frustasi pada yang mengalaminya,” kata dia.

Untuk gejalanya sendiri, di telinga muncul bunyi dengungan, mendesis, bersiul yang terjadi sesaat tapi berlangsung terus menerus. Gejala yang paling parah bisa menyebabkan kecemasan, depresi, mudah marah, gangguan tidur, dan stres.

Tinnitus juga dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi, penyebab tumor di kepala dan leher, penyumbatan di pembuluh leher, neuroma akustik (tumor di area otak dengan masalah pendengaran dan keseimbangan), gangguan tiroid, otosklerosis yang melibatkan tulang telinga, penyakit Ménière (telinga bagian dalam) gangguan yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran).

Sebagai pencegahannya, para ahli merekomendasikan untuk mulai hindari paparan suara yang keras, jauhi kafein, dan nikotin. Bila ingin gunakan perangkat tambahan, dianjurkan untuk menggunakan headphone. Ini karena suara tidak langsung menekan pada gendang telinga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi dan Jalan Indonesia Menuju Negara Industri Maju

*) Oleh : Viola AnastasiaIndonesia tengah berada pada momentum penting dalam menentukan arahpembangunan ekonominya di masa depan. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenalsebagai negara pengekspor bahan mentah seperti batu bara, nikel, kelapa sawit, hingga hasil tambang lainnya. Pola ekonomi semacam ini memang mampu menghasilkan devisa, tetapi nilai tambah yang diperoleh negara masih relatif terbatas. Ketika bahan mentah dijual langsung ke luar negeri tanpa diolah, keuntungan terbesarjustru dinikmati oleh negara pengimpor yang mengubah bahan tersebut menjadiproduk jadi bernilai tinggi. Karena itu, kebijakan hilirisasi hadir sebagai strategi besaruntuk mengubah struktur ekonomi Indonesia agar tidak lagi bergantung pada eksporbahan mentah semata.Hilirisasi pada dasarnya merupakan proses pengolahan sumber daya alam menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam konteks industri nikel misalnya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bijih mentah, tetapi mulai membangun smelter dan industri turunan seperti bahan baku bateraikendaraan listrik....
- Advertisement -

Baca berita yang ini