Wajib Tahu, Ini Alasan Gigitan Nyamuk Bikin Gatal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gigitan nyamuk sering menimbulkan rasa tidak nyaman karena menimbulkan efek gatal dan benjolan. Hal ini yang menyebabkan berbagai cara dilakukan untuk mengusir serangga tersebut seperti menyemprotnya dengan obat nyamuk.

Gigitannya pun meninggalkan rasa gatal. Menurut Medical News Today, air liur nyamuk yang mengandung antikoagulan dan protein masuk saat menyedot darah. Protein tersebut memicu sistem kekebalan tubuh yang akhirnya melepaskan histamine.

Adapun, histamin bisa meningkatykan aliran darah dan jumlah sel darah putih di sekitar area yang terdampak sehingga terjadilah peradangan atau pembengkakan. Sementara rasa gatal disebabkan histamine yang mengirim sinyal ke saraf di sekitar gigitan.

Meski rasa gatal mengganggu, namun sebaiknya tidak menggaruk area tersebut. Hal ini justru membuat rasa gatal semakin hebat. Bahkan, bila terus menersu digaruk, bisa berakibat infeksi karena kulit rusak.

Maka, menurut Healthline ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati gigitan nyamuk. Pertama dengan menggunakan alkohol. Caranya dengan menggosok cairan alkohol di area yang gatal. Pemakaiannya jangan terlalu berlebihan karena bisa mengiritasi kulit.

Kedua, dengan mengoptimalkan madu. Sifat antibakteri di dalamnya bisa membantu menyembuhkan luka. Selain itu, madu alami juga bisa mengurangi peradangan dan mencegah infeksi.

Ketiga, dengan menggunakan lidah buaya. Gel yang ada di dalamnya bersifat anti-inflamasi. Fungsinya untuk menyembuhkan luka dan menenangkan infeksi.

Cara menggunakannya dengan memotong daunnya dan mengoleskan gel secara langsung. Rasa sejuk dari gel inilah yang bisa meredakan rasa gatal.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini