Video Jadul Senam Tertawa Jadi Bahan Ledekan, Ternyata Manfaatnya Banyak Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Akun Instagram @jakarta.keras beberapa waktu lalu mengunggah sebuah video yang menampilkan seorang lelaki tua memimpin senam tertawa. Terlihat ada enam orang yang mengikuti senam tertawa itu.

Pria yang diketahui bernama Sukobagyo Poedjo Martono memimpin tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan.

“Marilah kita melakukan senam tertawa bersama-sama,” kata Sukobagyo.

“Ha, Ha, Ha, Ho, Ho, Ho, Hi, Hi, Hi,” kata mereka bersama-sama dilanjutkan dengan tertawa bersama-sama.

View this post on Instagram

Wiz khalifa ngelamun ngeliat orang ini

A post shared by JAKARTA KERAS (@jakarta.keras) on

Video tersebut telah ditonton lebih dari 500 ribu kali. Namun sayang, video yang nampaknya sudah jadul itu malah dinyinyiri oleh para netizen. Tak sedikit yang merasa video tersebut tidak lucu atau tidak jelas.

Misalnya saja akun @dewar**wan yang mengatakan, “Mencoba menahan tawa.. kirain lucu.. cuman di awal ajah pengen ketawa sisa ngkrik.”

Namun tahukah kalian jika senam tertawa ini memiliki banyak manfaat lho! Berbagai nilai-nilai positif dirasakan para peserta senam karena tertawa memunculkan perasaan positif dalam diri setiap orang.

Para peneliti telah melakukan berbagai penelitian untuk menyelidiki manfaat tertawa secara mendalam, termasuk di antaranya Dr. Lee Berk dan Dr. Stanley Tan dari The Loma Linda University, California.

Keduanya mengungkap tujuh manfaat tertawa. Apa saja? Cekidot!

1. Menurunkan tekanan darah

Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, tertawa adalah obat murah dan praktis untuk menormalkan tekanan darah. Tertawa bisa mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Bahkan, cara ini juga efektif untuk mereka yang memiliki tekanan darah normal.

2. Mengurangi hormon stres

Dengan mengurangi tingkat hormon stres, Kamu juga bisa mengurangi kecemasan dan stres yang berdampak pada tubuh. Selain itu, pengurangan hormon stres dapat menyebabkan kinerja sistem kekebalan tubuh lebih tinggi.

3. Melatih otot perut

Salah satu manfaat tawa adalah bisa melatih otot perutmu. Saat tertawa, otot-otot di perut mengembang dan berkontraksi, sama seperti ketika Kamu dengan sengaja melatih otot tersebut.

Sementara itu, otot yang tidak bekerja saat tertawa juga akan merasa rileks. Jika Kamu malas berolahraga dan ingin mendapatkan perut yang rata, maka mungkin tertawa bisa jadi solusi alternatif untuk mendapatkan bentuk perut impian.

4. Menyehatkan jantung

Tertawa adalah latihan kardio yang hebat, terutama bagi mereka yang tidak mampu melakukan aktivitas fisik lainnya karena cedera atau sakit. Ini membuat jantungmu memompa dan membakar kalori dalam jumlah yang sama per jam saat berjalan dengan kecepatan lambat sampai sedang.

Maka, jika Kamu ingin memiliki jantung yang sehat, cobalah cara yang murah dan sederhana ini.

5. Memicu pelepasan endorfin

Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami. Dengan tertawa, kita bisa melepaskan endorfin yang membantu meringankan rasa sakit kronis, dan membuat kita merasa lebih baik.

6. Mengaktifkan sel T

Sel T adalah sel sistem kekebalan khusus yang harus diaktifkan oleh tubuh. Saat kita tertawa, Kita mengaktifkan sel T yang membantu melawan penyakit. Jadi, saat Kamu merasa tak enak badan, mungkin mencoba untuk tertawa akan membantu badan kembali bugar.

7. Memimbulkan rasa nyaman

Tertawa dapat memberi rasa nyaman pada tubuh. Dokter telah menemukan bahwa orang yang memiliki pandangan positif terhadap kehidupan cenderung melawan penyakit lebih baik daripada orang yang memiliki pandangan negatif. Jadi, kunci untuk panjang umur adalah tersenyum dan tertawa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini