Usir Sedih Kehilangan Suami, Nenek Asal Korsel Konsumsi Minuman Ini Selama 40 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Untuk mengusir kesedihannya karena kehilangan suami yang telah hidup bersamanya selama 34 tahun. Seorang nenek berumur 74 tahun dari Korea Selatan, selama 40 tahun terakhir memutuskan rutin meminum minuman bersoda setiap hari, yang tidak disukainya.

Dia memilih minuman bersoda seperti orang lain yang beralih ke alkohol untuk menenggelamkan kesedihannya ketika ditinggal suami tercinta. Kecanduan tersebut makin menjadi setelah dia kehilangan putranya dalam kecelakaan lalu lintas.

Melansir dari Odditycentral, Minggu 10 Mei 2020, wanita paruh baya tersebut mengklaim bahwa ia rata-rata mengkonsumsi 10 kaleng Cola per hari, yang berarti totalnya hampir 150 ribu kaleng atau 37.500 liter selama 40 tahun terakhir.

Dia bahkan selalu minum minuman soda tersebut saat cegukan, lelah, mengantuk hingga saat lapar.

Alasan tersebut diungkapkan saat jurnalis dari media lokal Korea Selatan SBS datang menemuinya.

Kecanduan minuman bersoda membuat tim SBS pun memintanya untuk melakukan pemeriksaan di klinik setempat, dia pun mengiyakannya.

Menurut dokter yang menanganinya, tekanan darah nenek ini normal untuk orang seusianya. Meski begitu, dia mengalami kolitis ulseratif dan ulkus duodenum yang bisa mengancam kesehatannya dalam jangka Panjang.

Namun, tidak jelas apakah mengkonsumsi minuman bersoda selama 40 tahun menjadi penyebab timbulnya penyakit tersebut. Meski begitu, wanita ini mengklaim akan mencoba mengurangi jumlah minuman bersodanya setiap hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini