Usai Viral Video Marah-marah, Netizen Minta Ustaz Yusuf Mansur ke Psikolog

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pendakwah Ustaz Yusuf Mansur bikin geger sosial media usai viral video dirinya marah-marah saat membahas bisnis miliknya, Paytren. Dalam rekaman itu, Yusuf Mansur juga blak-blakan dirinya membutuhkan uang sebesar 1 triliun Rupiah.

Usai video itu viral, reaksi netizen pun kini jadi trending topic di Twitter. Warganet ramai-ramai membahas video kemarahan Ustaz Yusuf Mansur itu yang dinilai memalukan.

Bahkan, tak sedikit netizen meminta Yusuf Mansur untuk pergi ke psikolog dan memeriksa kesehatan jiwanya.

“Cup cup, ayo (ke) psikolog.”

“Videonya curhat, marah, emosi, terus doa.”

Bukan tanpa alasan, netizen meminta Yusuf Mansur untuk berkonsultasi dengan psikolog lantaran video yang dia buat. Pasalnya, terlihat ayah Wirda Mansur itu seperti memiliki emosi yang naik turun.

Tak sampai di situ, Yusuf Mansur pun kini menjadi bulan-bulan warganet. Mereka pun meminta pendakwah itu untuk sadar dan berhenti memikirkan soal dunia dan uang.

Ustaz Yusuf Mansur bikin heboh netizen usai membuat video marah-marah di sosial medianya. Mulanya, Yusuf Mansur membahas soal bisnis Paytren  miliknya yang kini tengah dituntut miliaran Rupiah.

Setelahnya, pendakwah ini pun menceritakan keluh kesah dirinya hingga mengaku butuh uang 1 triliun untuk menyelesaikan masalahnya ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini