Update Kondisi Terkini, BCL Ungkap Alasan Sering Pamer Isolasi Mandiri di Medsos

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bunga Citra Lestari (BCL) masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terpapar virus Covid-19. Pelantun ‘Kecewa’ ini pun kerap membagikan aktivitasnya selama isolasi mandiri di media sosial.

Di hari ke-9 isolasi mandirinya, BCL pun berpendapat tentang virus Covid-19 yang hingga saat ini masih banyak diragukan keberadaannya. Ia menegaskan bahwa virus Corona benar-benar ada.

“Banyak sekali berita tentang Covid diluar sana…Apapun pendapat kalian, this virus exist…,” tulis BCL dalam postingan Instagram Story pada Selasa 22 Juni 2021.

Istri mendian Ashraf Sinclair itu pun menjelaskan gejala Covid-19 yang dialami tiap orang bisa berbeda. Meski sudah divaksin, ia sendiri mengalami gejala ringan Covid-19.

“Some people mungkin kena mild symptoms atau sedikit lebih berat atau tidak bergejala…tapi banyak juga yang kena gejala berat ataupun sampai meninggal…ke tiap orang bisa berbeda,” ungkap BCL.

“Aku sendiri mengalami gejala ringan menuju ke sedang. Aku sudah vaksin..teman-temanku disini gejala ringan..mereka semua juga sudah vaksin.”

Penyanyi cantik berusia 38 tahun ini mengungkap alasan sebenarnya sering memperlihatkan kegiatan selama isolasi mandiri di media sosial. BCL ingin membuktikan meski sedang dalam kondisi menakutkan dan mengkhawatirkan, ia masih bisa bahagia.

“Aku share sedikit dari kegiatan hari-hariku disini untuk ngasi liat kalau di tengah something yang cukup menakutkan dan membuat khawatir, kita masih berbuat sesuatu yang bikin kita bahagia, sesuatu yang menyenangkan,” kata BCL.

“Aku berusaha melihatnya dari sudut pandang yang berbeda..ketika aku harus isolasi, aku berusaha bikin isolasinya menyenangkan…by reading books, taking photos, listening to music dan dance to it or maybe just by having video call with my friends..well thats my way on doing it…” lanjut BCL.

Di akhir tulisannya, BCL mendoakan bagi pejuang Covid-19 lainnya. Ia pun tak ketinggalan berharap keadaan segera membaik.

“Yang pasti aku doakan untuk semuanya semoga selalu diberi perlindungan…Dan semua yang sedang berjuang melawan Covid untuk diberikan kekuatan dan kesabaran..” ujar BCL. “Semoga keadaan membaik…Lets love dan take care of each other.”

Di unggahan selanjutnya, BCL membagikan kabar bahwa mengaku indera penciumannya sudah kembali normal. Meski begitu, BCL mengeluh batuknya kambuh.

“Isolation Day 9 Penciuman better tapi batuk kambuh lagi,” beber BCL.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini