TVING Bakal Rilis ‘Vincenzo: Final Director’s Cut’, Tampilkan Adegan yang Dihapus di Episode Terakhir

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Kabar baik untuk para penggemar setia ‘Vincenzo’ yang belum bisa move on meski drama ini sudah tamat. TVING akan merilis ‘Vincenzo: Final Director’s Cut’!

Pada Selasa 18 Mei 2021, akun Instagram resmi TVING, @tving.official, mengumumkan akan merilis ‘Vincenzo: Final Director’s Cut’. Mereka akan merilis adegan yang dihapus dari episode terakhir Vincenzo.

Disebutkan bahwa video yang dirilis akan diedit ulang dan dirilis di TVING. Ini adalah hadiah untuk penggemar yang belum bisa merelakan Vincenzo tamat.

‘Vincenzo: Final Director’s Cut’ akan dirilis di minggu ketiga bulan ini, tepatnya tanggal 21 Mei 2021. So jangan sampai ketinggalan!

 

Sementara itu, di Twitter sendiri, penggemar ‘Vincenzo’ menyambut gembira adanya episode spesial ini. Apalagi, mereka akan melihat adegan yang dihilangkan dari episode terakhir yang sudah tayang pada 2 Mei lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini