Trending Topic di Twitter, Netizen Minta Sinetron ‘Suara Hati Istri’ Dihentikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sinetron tanah air Suara Hati Istri alias Zahra semakin menjadi perbincangan panas warganet. Serial televisi yang tayang di Indosiar itu dibintangi oleh Lea Ciarachel, aktris yang masih berusia 15 tahun.

Usai mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sinetron tersebut kini trending topic di Twitter. Ribuan warganet meminta agar tayangan tersebut segera dihentikan.

Bukan tanpa alasan, netizen merasa sosok Lea yang berperan sebagai istri ketiga Panji Saputra itu belum pantas memerankannya. Warganet juga merasa sinetron tersebut menormalisasi praktik pedofilia.

Hingga kini, sudah ada 50 ribu orang yang menandatangani petisi untuk menghentikan sinetron tersebut. Netizen menganggap sinetron tersebut seperti mempromosikan pedofilia yang menikahi anak di bawah umur.

Sementara itu, pihak KPI sudah memberi teguran pada Indosiar. Pihak rumah produksi sinetron tersebut juga berniat untuk mengganti peran Zahra dengan aktris lain.

Sinetron Suara Hati Istri tayang setiap hari pukul 18.00 WIB di Indosiar. Serial itu diperankan oleh Panji Saputra, Metta dan Zora Vidyanata.

Sosok Zahra digambarkan sebagai istri muda yang polos dan penurut. Tokoh tersebut diperankan oleh Lea Ciarachel yang masih berusia 15 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini