Terbiasa Tidur Telungkup? Waspada 3 Bahaya Ini untuk Kesehatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gaya tidur sehari-hari berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh Anda. Mulai dari soal durasi atau waktu ideal hingga posisi tidur, semua itu memiliki dampak terhadap kesehatan.

Khususnya untuk posisi, banyak orang yang asal-asalan saat tidur. Salah satunya seperti berposisi telungkup, yang sama sekali tidak direkomendasikan oleh para pakar kesehatan.

Benar, tidur telungkup bisa cukup efektif untuk mengurangi dengkuran. Namun, ada bahaya lainnya yang mengintaimu, tiga di antaranya adalah berikut ini.

1. Sakit Leher

Tidur telungkup, membuat kepala berada dalam posisi miring. Ini berbahaya, karena leher dalam posisi tidak normal dan bisa menimbulkan masalah serius.

2. Masalah Punggung

Ketiak kamu tidur dalam posisi telungkup, tekanan akan lebih besar di bagian punggung dan tulang belakang. Dampaknya bisa mengakibatkan rasa sakit pada bagian tersebut. Lebih jauh, efeknya bisa terasa sampai ke bagian tubuh lain, mengingat tulang punggung adalah penyambung sejumlah saraf.

3. Buruk untuk Wanita Hamil

Tidur telungkup merupakan posisi tidur yang pantang dilakukan wanita hamil karena bisa memberikan tekanan berlebih pada bayi yang dikandung. Pada wanita hamil, disarankan untuk tidur miring ke kiri. Posisi ini bisa meningkatkan aliran darah sehat ke tubuh dan memberi tingkat oksigen yang maksimal baik pada ibu dan bayi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini