Taylor Swift akan Terima Gelar Doktor dengan Kehormatan dari New York University

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – New York University (NYU) akan memberikan Taylor Swift gelar doktor kehormatan seni rupa pada 18 Mei 2022 mendatang. Selain itu, Taylor juga dikabarkan akan berbicara pada pembukaan di Yankee Stadium.

Melansir dari Variety, Taylor akan menyampaikan pidatonya dan menerima penghargaannya dari NYU bersama dengan lulusan angkatan 2022 di stadion pada 18 Mei 2022 pagi waktu setempat.

Taylor Swift akan menerima Doctor of Fine Arts, honoris cause. Sebelumnya Taylor telah dikaitkan dengan NYU karena universitas ini telah mengadakan mata kuliah tentang dirinya.

Walaupun Taylor tidak berperan langsung dalam kurikulum khusus tersebut.

Tiga kelas kelulusan mendapatkan penghormatan pada hari tersebut. Taylor akan menjadi bagian dari upacara ‘tradisional’ untuk kelas kelulusan saat ini.

Secara terpisah, universitas ini juga akan mengadakan pembukaan ‘double-header’ untuk kelas tahun 2020 dan 2021. Para sarjana lulusan tersebut sebelumnya tak bisa melaksanakan upacara kelulusan karena pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini