Tamat, Ini Pesan Terakhir dari Pemain ‘It’s Okay to Not Be Okay’,

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay” akhirnya tamat dengan menayangkan episode terakhir mereka pada Minggu 9 Agustus 2020. Drama yang dibintangi Kim Soo Hyun, Seo Ye Ji, dan Oh Jung Se tamat berakhir pada episode 16.

Para pemain membagikan komentar terakhir mereka tentang drama tersebut. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada pemirsa.

Kim Soo Hyun yang berperan sebagai Moon Kang Tae mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembuatan drama yang tayang di saluran tvN itu.

“Terima kasih telah menonton ‘It’s Okay to Not Be Okay’. Semua orang, termasuk sutradara, penulis skenario, staf, dan pemeran, bekerja sangat keras,” kata dia, dikutip dari Soompi pada Minggu 9 Agustus 2020.

BACA JUGA: Adegan Teriak-teriak ‘Saranghae’ Kim Soo Hyun Diledek Penggemar, Disebut Karma hingga Bucin

Moon Kang Tae adalah seorang pengasuh yang terlalu sibuk bahkan untuk mengurus dirinya sendiri. Namun, setelah bertemu Go Moon Young (Seo Ye Ji), dia belajar melepaskan topengnya dan hidup jujur ​​pada dirinya sendiri.

Terkait perannya, Kim Soo Hyun mengatakan, “Mereka mengatakan kepada saya bahwa drama akan tentang penyembuhan orang, tapi saya pikir saya adalah orang yang paling banyak disembuhkan. Saya berharap drama ini membantu semua orang. ‘It’s Okay to Not Be Okay””

Kemudian ada Seo Ye Ji yang berperan sebagai Go Moon Young Ia adalah seorang penulis buku anak-anak yang secara bertahap mengalami pertumbuhan emosional berkat dua bersaudara Moon Kang Tae dan Moon Sang Tae (Oh Jung Se).

Tentang perannya, dia berkomentar, “Meskipun Go Moon Young terlihat mencolok dan dingin di luar, dia benar-benar kesepian. Hati saya sakit ketika lukanya terungkap, dan juga mengharukan melihat bagaimana dia disembuhkan dengan menjadi satu keluarga dengan Moon Kang Tae dan Moon Sang Tae. Saya senang telah menerima banyak cinta sebagai Go Moon Young.”

Seo Ye Ji juga mengungkapkan rasa terima kasihnya saat dia berkata, “Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi dalam ‘It’s Okay to Not Be Okay,’ serta semua pemirsa.”

Selanjutnya ada Oh Jung Se, ia berhasil memenangkan hati penonton dengan perannya sebagai Moon Sang Tae, saudara laki-laki Moon Kang Tae. Moon Sang Tae hidup di dunianya sendiri dan tumbuh menjadi dewasa dengan bantuan kakaknya dan Go Moon Young.

BACA JUGA: Jadi Aktor Termahal, Tingkah Receh Kim Soo Hyun Bikin Gemas Netizen

Dia berkomentar, “Berkat Moon Sang Tae, saya bisa memperluas perspektif saya tentang dunia. Dari semua peran yang saya miliki, Moon Sang Tae adalah yang paling murni dan berhati hangat. Dia membuatku merefleksikan diriku.”

Oh Jung Se mengakhiri dengan ucapan terima kasih kepada pemirsa, dengan mengatakan, “Saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada pemirsa karena tertawa dan menangis bersama dengan Moon Sang Tae saat ia dewasa.”

Terakhir, Park Gyu Young, yang berperan sebagai Nam Joo Ri yang tangguh dan menawan, berkomentar, “Saya sangat menikmati menghabiskan musim semi dan musim panas ini sebagai Nam Joo Ri. Saya senang melihatnya tumbuh sepanjang drama. Drama ini dibuat spesial bagiku berkat sutradara, staf, dan aktor, karena aku bisa belajar dari mereka dan mendapatkan banyak energi. Terima kasih sekali lagi kepada semua orang yang menunjukkan dukungan mereka untuk ‘It’s Okay to Not Be Okay.’”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini