Tajir Banget! Kim Kardashian Beri Hadiah Natal Jaket Rp 25 Miliar ke Anaknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Pasangan Kanye West dan Kim Kardashian sudah lama dikenal suka menghambur-hamburkan uang. Seperti pada momen Natal ini, pasangan tersebut memberi hadiah ke anak sulungnya, North West, sebuah jaket dengan harga 1,8 juta dolar AS atau Rp 25 miliar.

Jaket itu diketahui pernah dipakai Raja Pop Michael Jackson saat menghadiri ulang tahun Elizabeth Taylor pada 1997 lalu.

“Kanye dan aku memberikan North jaket. Ini adalah jaket yang pernah dipakai Michael Jackson saat bersama Elizabeth Taylor,” kata Kim dalam unggahannya di Instagram, Rabu 25 Desember 2019.

Selain itu Kim juga mengatakan jika North adalah fans dari Michael Jackson, karenanya ia sangat senang dengan pemberian kedua orang tuanya itu di momen Natal tahun ini.

Kim pun mengatakan jika Kanye mendapatkan jaket tersebut dari sebuah lelang, namun tak menyebutkan harganya.

Jaket tersebut benar pernah masuk dalam bursa lelang pada 2011 lalu dan dihargai 1,8 juta dolar atau senilai Rp 25 miliar.

Berita Terbaru

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *)Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi.Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi.Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian.Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini