Suho EXO akan Hadiri Konferensi Studi Korea di Stanford University Bersama Pendiri SM Entertainment

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Lee Soo Man selaku Produser Eksekutif sekaligus pendiri SM Entertainment dikonfirmasi akan menghadiri konferensi studi Korea di Stanford University. Tak sendiri, Lee Soo Man akan gandeng Suho EXO untuk datang ke konferensi tersebut.

Melansir dari Yonhap News, Lee Soo Man akan menjadi pembicara utama dalam acara itu. Konferensi ini akan diadakan pada 19 dan 20 Mei 2022 di Bachtel Conference Center di Stanford University, AS.

Sebagai pendiri agensi K-Pop dan produser terkemuka di industry hiburan global, nantinya Soo Man akan menyampaikan pidato tentang visi masa depan K-Pop.

Selain itu, Suho EXO juga akan hadir ke konferensi ini sebagai Korean Wave discussion panel dan berbagi cerita berdasarkan pengalamannya sebagai artis K-Pop di SM Entertainment.

Hal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 20 tahun berdirinya Pusat Studi Korea. Institut Penelitian Asia-Pasifik di kampus juga turut mengundang para sarjana dan ahlis dari seluruh Amerika Utara.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas masa depan dan potensi studi Korea. Dengan berfokuskan pada aspek internasional dan budaya Korea modern.

Selain itu, konferensi ini juga turut mengundang para tokoh terkemuka, seperti Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon. Ada juga mantan Duta Besar PBB Kim Sook, dan mantan Duta Besar Uni Eropa Park Jun Woo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini