Spoiler Film ‘Esacape from Mogadishu’ yang Trailer-nya Dibuka dengan Suara Adzan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lotte Entertainment merilis trailer selanjutnya dari film ‘Escape From Mogadishu’ pada Senin 21 Juni 2021. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Juli mendatang.

Film yang disutradarai oleh Ryu Seungwa ini dibintangi oleh Kim Yoonseok, Jo Insung, Heo Junho, Goo Kyohwan, Kim Sojin, Jung Mansik, Kim Jaehwa, dan Park Kyunghye. Penonton dibuat tegang dengan trailer yang dirilis.

Menariknya, trailer berdurasi 1 menit 26 detik yang baru-baru ini dirilis diawali dengan suara adzan dengan kondisi langit yang gelap namun masih terlihat sinar matahari. Terdapat dua kemungkinan latar waktu terjadi yaitu, saat subuh atau saat magrib.

‘Escape From Mogadishu’ bercerita tentang perjuangan orang-orang untuk melarikan diri dari Mogadishu, Somalia di tahun 1991 karena perang saudara pecah di kota itu. Di Somalia sendiri mayoritas penduduk beragama Islam.

Dari trailer penonton bisa melihat ketegangan yang terjadi di mana telihat demonstrasi besar, kerusuhan, dan genjatan senjata. Banyak orang mempertaruhkan hidup mereka.

Dilansir dari Hancinema pada Selasa 22 Juni 2021, “Escape from Mogadishu” berkaitan dengan insiden pembelotan kehidupan nyata antara dua kedutaan Korea di Somalia pada tahun sembilan puluhan. Pembelotan tersebut dimaksudkan untuk mengeksplorasi motif yang relevan di balik peristiwa itu.

Para diplomat dari kedutaan Korea Utara dan Korea Selatan di Somalia mencoba melarikan diri bersama dari Mogadishu ketika pecahnya perang saudara membuat mereka terdampar. Mogadishu sendiri merupakan sebuah kota yang berada di Afrika Timur.

Tonton trailernya di bawah ini!

Buat yang penasaran, sabar-sabar ya karena film ini baru akan tayang bulan depan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini