Software yang Direkomendasikan untuk Melindungi Komputer dari Serangan Hacker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mengandalkan fitur keamanan yang dimiliki setiap komputer tidaklah cukup untuk menghindari peretasan. Serangan siber memang kerap menargetkan institusi yang menyimpan informasi penting dan rahasia, seperti pemerintahan. Namun, sasaran peretas tidak memiliki batasan.

Bisnis kecil, organisasi masyarakat, bahkan perorangan dapat menjadi sasaran peretas. Hal ini dikarenakan mereka mungkin meremehkan risiko kejahatan dunia maya dan tidak mampu menggunakan sistem keamanan yang mahal. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada cara untuk mengamankan komputer dari peretasan.

Komputer dijalankan dengan sistem operasi, seperti Windows dan macOS. Kedua sistem operasi ini memiliki firewall bawaan, yakni perangkat lunak yang dirancang untuk membuat penghalang antara informasi yang berada di komputer dan dunia luar. Firewall mencegah akses tidak sah ke jaringan komputer dan memberi notifikasi jika ada upaya penyusupan.

Jadi, pastikan firewall komputer sudah aktif. Firewall juga dapat dibeli dari perusahaan perangkat keras seperti Cisco, Sophos, atau Fortinet.

Selain itu, perlu untuk menginstal perangkat lunak antivirus pada komputer. Virus dan malware komputer ada di mana-mana. Perangkat lunak antivirus memainkan peran utama dalam melindungi sistem komputer dengan mendeteksi ancaman secara real time.

Beberapa perangkat lunak menyediakan pembaruan otomatis, yang selanjutnya melindungi mesin komputer dari serangan virus baru yang muncul setiap hari. Berikut ini beberapa perangkat lunak yang dapat melindungi komputer dari serangan peretas yang mengancam sistem operasi:

  1. Avast

Avast adalah salah satu antivirus yang direkomendasikan dengan berbagai kelebihannya, seperti silent mode yang dapat menyembunyikan pemberitahuan saat komputer melakukan aktivitas lain. Proses instalasi Avast relatif mudah dan cepat dengan perlindungan yang sangat baik untuk berbagai virus dan malware.

Antivirus yang satu ini sangat cocok bagi yang memerlukan software untuk antivirus dan antispyware. Avast mampu memberikan perlindungan secara real time dan pindai otomatis untuk mendeteksi ancaman berbahaya.

  1. Norton Security

Norton Security memiliki kelebihan proses pemindaian virus yang relatif singkat, namun detail. Selain itu, kemampuan yang diunggulkan dari antivirus ini adalah backup file serta ketanggapannya untuk mendeteksi masalah yang muncul.

Norton Security dapat mengembalikan file yang tidak sengaja terhapus. Selain melakukan backup data secara otomatis, perangkat lunak ini bisa memulihkan data yang hilang atau error.

  1. AVG

Perangkat lunak AVG bisa didapatkan secara gratis maupun berbayar. Versi gratis antivirus AVG sudah cukup baik untuk melindungi PC Windows dari serangan virus. Antivirus yang rilis stabil sejak tahun 2010 ini juga bisa melakukan pemblokiran dan penghapusan virus maupun malware berbahaya.

  1. Bitdefender

Bitdefender merupakan perangkat lunak ciptaan perusahaan asal Rumania, SOFTWIN. Antivirus ini tersedia versi gratis maupun berbayar. Di versi berbayar, terdapat fitur tambahan, seperti anonimitas saat menjelajah internet dan koneksi Wi-Fi yang terenkripsi. Namun, perlu mengeluarkan biaya setidaknya 300 ribu rupiah untuk layanan ini.

  1. Avira

Avira Security Suite adalah perangkat lunak yang mampu melindungi dan memberi keamanan PC dari berbagai jenis ancaman virus dan malware. Antivirus buatan Jerman ini juga memiliki fitur canggih yang bisa mengidentifikasi virus secara otomatis.

Versi gratis dari Avira sudah bisa melakukan proteksi PC Windows dari serangan adware, spyware, virus, dan program backdoor, serta software berbahaya lainnya.

Jadi, itulah beberapa rekomendasi perangkat lunak dengan firewall yang memadai. Setelah menginstal perangkat lunak antivirus, jangan lupa untuk mengaktifkannya. Lakukan pemindaian secara teratur untuk menjaga komputer terbebas dari virus dan malware.

 

Reporter: Safira Ginanisa

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini