Sering Main Game Bareng, Wanita Ini Rela Cerai dan Pacaran dengan Sahabat Anaknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, INGGRIS – Cinta itu susah ditebak. Bisa jadi Kamu jatuh cinta dengan orang yang usianya jauh, bisa lebih tua atau lebih muda.

Seperti kisah wanita asal Inggris yang berpacaran dengan pria lebih muda. Yang menarik perhatian ialah sang kekasih merupakan sahabat anaknya sendiri.

Wanita itu bernama Dawn Northey. Ia mengaku jatuh cinta saat pacarnya, Takhari Aldridge, masih berusia 18 tahun. Dawn diperkenalkan dengan Takhari sahabat anak lelakinya beberapa waktu lalu.

Sebenarnya tiga tahun belakangan keduanya sudah saling kenal karena game online. Tapi tak disangka ketika bertemu mereka saling menyukai dan memutuskan untuk berpacaran tujuh bulan setelahnya.

“Ketika aku pertama bertemu Takhari, aku tidak percaya aku menemukan anak 18 tahun yang menarik. Untungnya dia juga menyukai pada akhirnya dan kami sangat jatuh cinta. Banyak orang mengkritik hubungan kami tapi kami tidak mempedulikannya,” kata dia, dilansir Dailymail pada Rabu 18 Maret 2020.

Saat pertama kali bertemu dengan Takhari, wanita 42 tahun itu sebenarnya masih menikah. Ketika itu, ia mengantarkan anaknya untuk bermain game di rumah pria yang kini berusia 20 tahun tersebut untuk bermain.

Sebelumnya anak Dawn, Callum dan Tahkhari juga belum pernah bertemu tapi sering main game bersama. Seminggu kemudian, Dawn menjemput anaknya dan di situ lah mereka bertukar nomor telepon.

Tak lama kemudian Dawn memutuskan untuk bercerai dengan mantan suami. Ketika pindah rumah, Callum pun mengundang Takhari untuk datang. Saat itu, Dawn mulai jatuh cinta karena sikap Takhari yang dewasa.

“Ketika kami membicarakan kehidupan kami, aku tidak tahu betapa dewasanya dia,” tutur Dawn.

Setelah berpacaran, Dawn dan Takhari mulai sering berkirim pesan yang akhirnya hubungan mereka diketahui oleh ibu pria tersebut. Takhari pun diusir dari rumah.

Ketika itu, Dawn menawarkannya untuk tinggal di rumah mereka yang mana membuatnya juga harus terus terang kepada sang anak.

“Malam itu, aku bilang kepada Callum bahwa Takhari dan aku punya perasaan romantis kepada satu sama lain. Aku menjelaskan jika dia tidak menerima kami maka kami akan mengakhiri secepatnya karena kami tidak ingin mengorbankan hubungan dengan dia. Callum mengangkat bahunya dan bilang dia tidak apa-apa. Aku tidak pernah merasa lebih lega,” katanya.

Meski sudah mendapat persetujuan anaknya, Dawn tetap menemukan kendala dalam hubungan mereka. Ia mengaku sering menerima pandangan tidak menyenangkan ketika mereka jalan berdua.

Wanita itu pun pernah dikira ibu dari pacarnya. Namun mereka mengaku bahagia meski belum mendapat restu dari ibu Takhari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini