Seram! Nikita Mirzani ‘Ketempelan’ Pocong Bermuka Gosong, Begini Wujudnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Nikita Mirzani melakukan kolaborasi dengan Sara Wijayanto untuk pembuatan konten di kanal YouTube Crazy Nikmir Real. Ternyata sosok menyeramkan yang ‘nempel’ di tubuh Niki.

Melihat sosok tersebut, istri dari Demian Aditya itu pun bertanya apakah Niki pernah mengunjungi suatu tempat. “Ini sosok nempel, tapi bukan dari sini (rumah). Niki abis dari mana?,” tanya Sara, dikutip Rabu 26 Agustus 2020.

“Pangandaran, habis naik motor-motoran,” aku Nikita Mirzani dalam video “Bukan Settingan, Sara Wijayanto Keluarin Sosok Gaib Di Tubuhnya Nyai. Nyai Sampai Pingsan”.

Sara yang memiliki kemampuan supranatural itu pun membersihkan energi negatif dari tubuh ibu tiga anak tersebut. Saat melakukan ‘pembersihan’, Nikita sempat tak sadarkan diri dan muntah-muntah.

Sementara itu, adik Sara Wijayanto, Wisnu Hardana, ditugasi menggambar makhluk halus yang tadi melekat di tubuh Nikita Mirzani. Wisnu Hardana lantas memperlihatkan sketsa sesosok makhluk mirip pocong berwajah hitam seperti gosong.

Sosok hantu yang nempel di tubuh Nikita Mirzani. (YouTube/Crazy Nikmir Real)

Melihat ini, Niki pun ketakutan hingga menutupi wajahnya dengan bantal. “(Pocong) itu dari mana itu?” tanya Nikita Mirzani. “Enggak tahu, sudah dibuang tadi,” Sara Wijayanto menenangkan.

“Dari mana itu, Kak?” Nikita Mirzani berkukuh. “Enggak tahu, mungkin lagi di jalan, mungkin (kamu) lagi enggak fit,” kata Sara Wijayanto. “Mbak dari mana saja?” Wisnu menyela.

“Bali, Pangandaran, Binjai… Pocong lo itu,” ujar Nikita Mirzani masih dengan raut syok.

Agar tidak ketakutan, Sara meyakinkan Nikita pocong itu telah dibuang. “Tapi dia jahat, ya?” tanya Nikita Mirzani lagi.

“Aku merasa belakangan ini kayak nyolotan gitu orangnya. Kayak enggak bisa dengar, misalnya Dea bilang: Kak, ada begini-begini-begini, oh langsung marah,” curhatnya.

Terakhir, Sara menyarankan, “Kalau tentang rumahnya Niki sudah bagus banget keep doing what you doing kayak sedekah, berbagi, pada saat kita memberikan energi baik pasti seisinya juga ikut baik.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini