Sempat Jadi Pria, Ini Sederet Selebriti yang Berubah Jadi Wanita

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berita mengejutkan datang dari desainer Indonesia, Oscar Lawalata dimana ia memutuskan untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita.

Keputusannya ini telah di konfirmasi sang ibunda, Regie Lawalata lewat konten di Youtube, beberapa waktu lalu.

Jika diperhatikan, memang ada sebagian orang yang terkadang tak puas dengan kodrat yang mereka miliki. Faktanya, selain Oscar, ada beberapa selebritis yang dulunya pria, kemudian memutuskan sebagai wanita. Yuk simak!

  1. Lucinta Luna
Lucinta Luna (instagram/lucintaluna)

Dikenal sebagai artis sensasional, Lucinta Luna memang menjadi sorotan publik. Bukan hanya permasalahannya, tapi juga jenis kelamin.

Banyak kabar beredar bahwa Lucinta adalah seorang transgender. Hal itu terbukti dari terungkapnya identitas Lucinta yang dulunya bernama Muhammad Fatah.

2. Dena Rachman

Dena Rachman (instagram/denarachman)

Pernahkah kamu mendengar artis cilik bernama Renaldy Denada Rachman? Yap! Kini ia memutuskan sebagai transgender dan mengubah namanya menjadi Dena Rachman.

Cowok kelahiran 30 Agustus 1987 ini ialah mantan penyanyi cilik satu angkatan dengan Trio Kwek Kwek loh. Ia memutuskan sebagai transgender pada tahun 2013. Kabarnya, kini Dena tengah menetap di Amerika bersama sang kekasih.

3. Milen Cyrus

Millen Cyrus (instagram/millencyrus)

Seleb yang memutuskan sebagai transgender lainnya ialah Milendaru atau dikenal Millen Cyrus. Artis transgender ini juga terkenal sebagai keponakan istri Anang Hermansyah, Ashanty.

Millen yang juga dikenal sebagai selebgram ini semakin di sorot ketika penampilannya yang semakin cantik bak wanita tulen. Meski demikian, Milen mengaku tak pernah mengganti jenis kelaminnya. Gimana menurut kamu?

4. Caitlyn Jenner

Caitlyn Jenner (instagram/caitlynjenner)

Beralih ke negeri Paman Sam, ada Caitlyn Jenner. Ayah dari selebritis Hollywood Kendall dan Kylie Jenner ini dulunya bernama Bruce Jenner. Dulu, Jenner merupakan seorang atlet dechatlon dan pernah memenangkan olimpiade.

Bahkan, Jenner dikenal sebagai pria tampan yang digandrungi kaum hawa. Namun, pada tahun 2015, Jenner mengumumkan ke publik bahwa ia telah mengganti identitasnya sebagai wanita dan berganti nama menjadi Caitlyn Jenner.

5. Dorce Gamalama

Dorce Gamalama (wowkeren.com)

Terakhir, artis yang memutuskan sebagai wanita ialah Dorce Gamalama. Namanya pasti sudah tak asing di dunia seni peran tanah air. Dorce pertama kali masuk ke dunia hiburan saat membuat kelompok bernyanyi bersama sahabat-sahabatnya semasa SD.

Namun, nama Dorce lebih dikenal publik sebagai orang yang mengubah kelaminnya menjadi wanita. Meski demikian, kejadian tersebut membuat Dorce semakin religius bahkan ia memutuskan tuk berhijab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini