Selamat! Vanessa Angel Melahirkan, Ekspresi Wajah Anak Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAVanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah tengah berbahagia. Buah hati yang dinanti-nantikan akhirnya telah lahir ke dunia hari ini, Selasa 14 Juli 2020.

Kabar bahagia itu dibagikan Vanessa di laman instagramnya. Vanessa mengunggah potret bayinya yang begitu menggemaskan dengan nama Gala Sky Andriansyah.

“Halo onti dan om omku! Kenalin namaku Gala Sky Andriansyah, aku lahir tadi pagi pukul 5.51 dengan berat 3,3kg. terima kasih papi @biblis dan terima kasih dokter @dr.haekal,” kata Vanessa.

Sebelum mengunggah video bayi laki-lakinya, istri Bibi Ardiansyah itu me-repost video unggahan dokter kandungannya di Instagram Story. Itu adalah momen ketika dirinya hendak melakukan proses persalinan.

BACA JUGA: Hamil Besar, Vanessa Angel Diterawang Sering Ditiduri 3 Genderuwo, Netizen: Serem Amat!

Dalam rekaman yang dibagikan, kala itu, ia bersama beberapa dokter sudah berada di ruang operasi untuk melakukan proses melahirkan. Tanpa ditemani sang suami, Vanessa mengaku sangat tegang.

“Tegang,” kata Vanessa.

Meski merasa tegang dan khawatir, Vanessa pun begitu tak sabar untuk bertemu dengan sang buah hati tercinta. Karena ini merupakan momen yang telah lama dinantikannya.

“Akhirnya bayiku udah gak sabar ketemu dokter,” kata Vanessa.

Kini bayi Vanessa dan Bibi telah lahir dan mendapat sambutan hangat berupa ucapan selamat dan doa dari rekan-rekannya sesama selebritis.

“Ahhhhhh Halo Sayangku Gala… Ini Tulang Robby . Sehat2 ya nak yaaaa… Mbah Echa dan Papa Gala selamat!!! Alhamdulillah. Sehat2 klean semuuaa,” kata Robby Purba melalui akun @robbypurba.

“♥️♥️ Congratulation @vanessaangelofficial enjoy motherhood♥️,” tulis artis Shandy Aulia.

“Selamat sayang sudah jdi ibu ?,” komentar Zaskia Gotik.

Di antara ribuan komentar yang membanjiri postingan Vanessa Angel. Tak sedikit yang gemas dengan tingkah putra Vanessa yang baru lahir itu.

“Gemes banget masyallah♥️?,” komentar @amanndara**nsyah_2.

“Gemoiiiii?,” tulis @howdou**ing.

“Gemeszzzz ??,” kata @mam**riza.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini