Sapa Penggemar, The Rolling Stones Rilis Lagu Baru di Masa Pandemi Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Band legendaris asal Inggris The Rolling Stone, Kami 23 April 2020 merilis lagu baru bertajuk Living in A Ghost Town. Lagu baru mereka ini menjadi yang pertama sejak terakhir kali pada 2012.

Mick Jagger mengumumkan perilisan tersebut melalui Twitter dan mengatakan lagu itu sudah digarap sejak sebelum pandemi melanda.

Kami di studio merekam materi baru sebelum lockdown dan satu lagu, Living in A Ghost Town, kami rasa bisa cocok dengan kondisi kita sekarang,” kata Jagger.

Dalam wawancara dengan Apple Music tak lama kemudian, Jagger menyebut dirinya dan Keith Richards bertindak sebagai penulis lagu tersebut sejak lebih dari setahun lalu. Namun mereka merasa lagu itu baru cocok di saat sekarang.

“Lagu itu nyatanya ditulis untuk saat ini. Namun itu hanya kebetulan semata,” kata Jagger.

“Lagu itu mengisahkan berada di sebuah tempat yang semula penuh kehidupan namun itu semua hilang. Saya membawakannya dengan gitar dan menulisnya amat cepat, kira-kira 10 menit,” katanya.

Sebelum menggarapnya lebih serius dengan menambah melodi, Jagger sempat mengubah beberapa bagian lirik agar lebih kekinian.

“Beberapa liriknya terasa tak pas dan beberapa aneh dan agak lebih gelap,” kata Jagger. “Jadi saya sedikit menulis ulang lagunya. Saya tidak harus merombak banyak, jujur saja. Ini masih seperti aslinya,”

Lagu itu digambarkan AFP berisi kekacauan dan kehancuran yang tampak berisi kesepian karena isolasi.

“Life was so beautiful / Then we all got locked down / Please let this be over / Stuck in a world without end” lantun Jagger.

Richards mengatakan kepada Apple Music bahwa lagu itu semula dikerjakan di sebuah studio di Los Angeles pada 2019 dan digarap ulang untuk dirilis baru-baru ini.

“Agak menakutkan lagu ini menjadi kenyataan,” kata Richards yang juga menyebut momen pandemi adalah kesempatan yang pas untuk merilis lagu tersebut. “Kemudian Mick menelepon saya dan mengatakan hal yang sama,” katanya.

Band Inggris legendaris tersebut lebih banyak menghabiskan 20 tahun terakhir dengan tur dan pandemi Covid-19 telah menunda kegiatan mereka.

The Rolling Stones semula dijadwalkan bermain di 15 konser di Amerika Utara mulai dari 8 Mei mendatang, namun semuanya ditunda karena pandemi.

Living in A Ghost Torn merupakan lagu orisinal The Rolling Stones pertama setelah merilis Doom and Gloom pada 2012 dan One More Shot dalam album hit GRRR!.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini