Sangat Dekat, Ayu Ting Ting Blak-Blakan Mengaku Sayang Ivan Gunawan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kedekatan Ivan Gunawan dan pedangdut Ayu Ting Ting selalu membuat netizen menjodoh-jodohkan keduanya.

Netizen menilai antara Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting akan menjadi pasangan yang sangat cocok apabila bersatu menjadi pasangan.

Tidak hanya netizen, Ayah Ojak selaku orang tua Ayu Ting Ting pun sudah mengangap sosok Ivan Gunawan adalah calon menantunya.

Hal tersebut ternyata hanya dianggap candaan oleh Ayu. Kendati demikiaa, ia mengatakan bahwa hanya Ivan Gunawan yang perhatian dengannya serta keluarganya.

“Ya emang ayah mah orangnya suka bercanda, karena emang kan selama ini yang paling deket emang A Igun kan,” ucapnya.

“A Igun yang selalu ada, A Igun yang selalu support, A Igun yang selalu sayang sama aku sama keluarga, wah pokoknya aku beruntunglah punya seorang Ivan Gunawan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ayu menuturkan bahwa sifat dan sikap lelaki yang akrab disapa Igun tersebut tidak pernah berubah sejak pertama kali bertemu.

Pedangdut kelahiran tahun 1992 itu juga mengungkapkan bahwa mereka saling menyayangi dan tidak pernah menolak jika keduanya nanti berjodoh.

“Dari dulu sampe sekarang A Igun tuh gak pernah berubah walaupun terkadang berantem kayak tom and jerry sama saya,” tuturnya.

“Jadi yang ayah sama ibu tahu ya satu-satunya orang yang sayang sama aku ya Ivan Gunawan. Ya kita mah sama-sama saling sayang, cuma kan jodoh kita gak pernah tahu,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini