Sampai Dibenci Keluarga Karena Perannya di ‘Extraordinary Attorney Woo’, Joo Jong Hyuk: Gapapa Terima Aja Sebagai Pujian

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Joo Jong Hyuk memang berperan sebagai karakter antagonis dalam drama ‘Extraordinary Attorney Woo’. Ia mengaku sampai keluarganya juga membenci karakter yang diperankannya itu.

Baru-baru ini ia mengungkapkannya melalui wawancara dengan majalah Harper’s Bazaar.

Melansir dari SBS Entertainment, Joo Jong Hyuk telah menerima banyak perhatian untuk perannya sebagai Kwon Min Woo. Ia bercerita soal perasaannya bermain sebagai karakter jahat.

“Bahkan keluargaku menghujatku. Ayahku mengunjungi Instagramku setiap hari. Dia berkata, ‘pengikutmu hilang seribu hari ini. Berhentilah jadi jahat,” ceritanya.

Awalnya aktor itu mengaku kebingungan melihat tingkah keluarganya, terutama sikap ayahnya yang ikut menyumpahi karakter yang diperankannya, Kwon Min Woo.

Namun, meski begitu ia menganggapnya hal tersebut sebagai pujian. Sebab menurutnya ia telah bermain lakon untuk karakter itu sangat baik.

Sementara itu, ia juga belum lama ini menanggapi kritikan netizen karena karakternya itu dalam drama ‘Extraordinary Attorney Woo’. Baca selengkapnya di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini