Salju Pertama Turun, Seo Kang Joon Penuhi Janjinya dengan Mendiang Park Ji Sun

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Awal November 2020 lalu, industri hiburan Korea Selatan berduka atas kematian Park Ji Sun dan ibundanya. Komedian sekaligus presenter itu ditemukan meninggal dunia di kediamannya di kawasan distrik Mapo, Seoul, karena bunuh diri,

Sebelum meninggal, Park Ji Sun menjadi pembawa acara acara pertemuan penggemar online Seo Kang Joon “TikTok Stage One Cozy Night” pada 11 Oktober. Dalam kesempatan itu, Seo Kang Joon diminta berjanji padanya.

Mendiang Park Ji Sun mengungkap betapa baiknya Seo Kang Joon dalam menepati janji. Dia menjelaskan, “Pada fanmeeting di Korea setahun yang lalu, saya memintanya untuk mengupload foto perjalanan keluarganya ke Islandia, dan dia mempostingnya sehari setelah fan meeting. Saya selalu memeriksa apakah seseorang memposting foto dan apakah seseorang menepati janjinya atau tidak. Dia mengunggah beberapa foto keesokan harinya.”

Setelah janji sebelumnya dipenuhi, Park Ji Sun meminta Seo Kang Joon berjanji untuk mengupload foto selfie pada saat salju turun untuk pertama kalinya di musim dingin mendatang, yang artinya Desember 2020 ini.

Dia mengatakan kepadanya, “Berjanjilah pada kami kali ini juga. Saya akan berterima kasih jika Anda bisa mengupload foto selfie dengan kucing Anda.” Seo Kang Joon pun menjawab,” Saya benar-benar berjanji. Saya pasti akan mengupload foto selfie. ”

Dan, salju turun di Seoul untuk pertama kalinya pada musim dingin ini pada Minggu 13 Desember 2020 kemarin. Seo Kang Joon pun menepati janjinya dengan mengunggah dua postingan.

Pemain drama “Are You Human?” itu mengunggah foto kucingnya yang sedang bermain di rumah kayu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 서강준 (@seokj1012)

Foto berikutnya yang diunggah adalah foto selfie.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 서강준 (@seokj1012)

Sementara itu, dilihat dari kolom komentar postingannya itu, banyak yang berterima kasih padanya karena telah menepati kepada mendiang Park Ji Sun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini