Saipul Jamil Bantah Nggak Pernah Sentuh Dewi Perssik saat Menikah, Sebut Sempat Hamil Dua Kali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saipul Jamil membantah kabar yang menyebut tak pernah menyentuh Dewi Perssik saat keduanya membina rumah tangga. Bang Ipul mengklaim Dewi Perssik pernah dua kali hamil.

Bang Ipul dan Dewi Perssik pernah menikah di 2005 tapi tidak bertahan lama. Keduanya cerai di 2008. Muncul kabar Bang Ipul tak pernah menyentuh Dewi Perssik selama menikah.

Pedangdut yang belum lama ini bebas dari penjara itu membantah tudingan tersebut, karena Dewi Perssik disebutnya pernah hamil dua kali tapi keguguran.

“Kalau dia bilang nggak pernah disentuh sama gue, lho kok bisa hamil? Berati kalau waktu itu nggak disentuh sama gue anak siapa berati? Nah akhirnya fitnah lagi,” ujar Bang Ipul, di channel YouTube-nya.

“Dulu sempat hamil dua kali tapi keguguran, karena (Dewi) tidak memiliki fisik yang kuat. Karena dulu kita sering berantem, janinnya nggak kuat,” katanya.

Bang Ipul menegaskan, apa yang diceritakannya bukan dibuat-buat karena saat itu sedang menjalani umrah di Tanah Suci Mekkah.

“Karena sekarang lagi di Mekkah, Bang Ipul cerita apa adanya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini