Roro Fitria Lepas Masa Lajang, Ini Makna Maharnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Roro Fitria resmi menikah dengan Andri Irawan. Mahar pernikahannya adalah uang tunai sebesar Rp290.122.021. Apa maknanya?

Roro dan Andri melaksanakan akad nikah di Hotel Grand Kemang, Rabu 29 Desember 2021. Akad nikah Roro Fitria dan Andri Irawan berlangsung dengan didominasi nuansa Jawa. Namun ada pula perpaduan adat Betawi yang menyimbolkan daerah asal dari mempelai pengantin pria, Andri Irawan.

Mahar pernikahan Roro adalah uang tunai Rp.290.122.021. Maknya dari mahar tersebut merupakan tanggal, bulan, dan tahun pernikahan.

“Alhamdulillahiroblilalamin kalau bagi Nyai berapapun yang kang mas kasih ke Nyai, Nyai terima dengan hati yang sangat bahagia. Pertalian janji ucapan akad itu jauh lebih mahal dari apapun, jauh lebih berharga tidak ternilai harganya,” kata Roro Fitria.

“Jika kita menyebut suatu nominal itu tidak ada artinya. Cuma ketika kita harus benar untuk menyebut sebagai sarat sah pernikahan akad tadi telah kita dengarkan bersama-sama yakni sesuai dengan tanggal di mana hari ini adalah hari spesial Nyai juga ulang tahun, jadi Rp 290.122.021 dan juga beberapa logam mulia dan juga seperangkat salat, dan juga dua set perhiasan. Alhamdulillah,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini