Rekomendasi Banget! Berikut 4 Film yang Wajib Kamu Tonton Akhir Pekan Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Akhir pekan kembali tiba. Waktunya untuk kembali mengisi energi yang sudah terkuras selama seminggu penuh.

Kamu bisa tidur-tiduran dikasur sambil scrolling Instagram seharian atau coba cari promo terbaru untuk pesan minuman hits. Tapi, kamu juga bisa cari kegiatan di luar rumah seperti nonton di bioskop.

Akhir minggu ini sudah ada sederet film baru yang siap jadi pilihanmu. Mulai dari kisah dibalik vilain ikonik dari DC dan kisah penuh nostalgia garapan sutradara Riri Reza.

Nah, berikut ini adalah 4 rekomendasi film yang bisa jadi pilihan kalian di akhir pekan ini:

1. Abominable

Abominable, sebuah film animasi hasil kerja sama Universal Pictures bersama rumah produksi Tiongkok, Pearl Studio.

Film ini berlatar belakang di Tiongkok dan mengambil mitos Yeti. Mahkluk sejenis primata raksasa yang dipercaya tinggal di wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet.

Abominable memperkenalkan karakter bernama Yi. Seorang gadis yang merasa hidup dilingkaran penuh kebosanan dan berusaha mencapai mimpinya. Pertemuannya dengan seekor Yeti mengubah pandangannya tentang hidup.

Yeti bernama Everest ini tinggal disebuah lembaga yang memperlakukan Yeti dengan buruk. Padahal yeti-yeti tersebut seharusnya hidup di pegunungan Himalaya yang aman.

Yi dan teman-temannya pun berjanji akan kembali membawa Everest ke tempat asalnya dan mempersatukan Yeti tersebut dengan keluarganya.

2. Danur 3 : Sunyaruri

Kisah Risa kembali berlanjut. Dalam film ketiga ini Risa sudah mulai beranjak dewasa. Proses tersebut membawanya pada pemikiran bahwa ia ingin hidup seperti manusia biasa dan berhenti berkomunikasi dengan teman-teman hantunya.

Risa pun menutup mata batinnya. Namun, ternyata hal tersebut tidak cukup kuat untuk mencegah indera keenam Risa.

Ia masih bisa mencium bau makhluk astral. Termasuk bau awrah perempuan jahat yang berniat membahayakan tidak hanya hidup Risa, melainkan juga kawan-kawan Risa. Termasuk Peter.

3. Bebas

Bagi anak 90an, film ini bisa jadi ajang buat agenda reuni bareng. Berlatar di tahun 90an, Bebas berkisah tentang Vina. Remaja SMA asal Jawa Barat yang baru saja pindah ke Ibu Kota. Hari pertama Vina disekolah merupakan mimpi buruk.

Ia jadi bahan candaan karena aksen Jawa-nya dan diintimidasi oleh salah satu cowok di sekolahnya.

Namun, masa-masa SMA Vina terselamatkan oleh sekelompok gang bernama Bebas. Dipimpin oleh Kris, gang bebas ini dengan cepat memuat Vina merasa kerasan. Sayangnya, suatu hal membuat gang ini harus berpisah.

Waktu berlalu cepat, Vina dewasa kembali dipertemukan oleh Kris. Sayangnya, Kris ternyata mengidap penyakit parah dan divonis tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi.

Keadaan itu membuat Kris meminta Vina untuk kembali mengumpulkan gang Bebas. Vina pun memulai perjalanan penuh nostalgia dalam mencari kawan-kawan lamanya itu.

4. Joker

Berlatar belakang jauh sebelum Joker muncul dan menyandang status sebagai musuh bebuyutan Batman. Film ini memotret lika-liku kehidupan orang yang ditindas, diabaikan dan menjadi korban keadaan sosial-politik.

Arthur Fleck adalah seorang komedian gagal, yang berjuang untuk membuktikan eksistensinya di dunia. Namun, sikap apatis dan serakah orang-orang sekitarnya membuat Arthur membuka matanya. Hingga, tiba saat sesuatu dalam diri Arthur meledak.

Mengusung pertanyaan, apakah ada manusia yang terlahir sebagai monster atau apakah ada orang-orang yang bertanggung jawab dibalik status monster tersebut, sutradara Todd Phillips membungkus kisah ini dengan tangan dingin.

(Penulis: Olivia Pratiwi)

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini