Rekomendasi 5 Burger Lokal yang Populer di Tanah Air, Yuk Cobain!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Popularitas burger membuat berbagai kalangan baik tua maupun muda menyukai makanan asal kota Hamburg, Jerman. Jika dulu burger identik dengan makanan asal luar, namun berbeda dengan saat ini. Banyak burger lokal yang mulai bermunculan.

Banyak restoran-restoran lokal Indonesia mengkreasikan sajian burger yang menawan. Padahal sajian aslinya hanya berupa roti bundar yang irisan tengahnya ada patty serta sayur-sayuran.

Merek lokal pun kerap menawarkan rasa yang tak kalah dengan merek internasional. Bahkan merek burger yang populer di Tanah Air siap menyaingi brand burger ternama lainnya.

Salah satunya Traffic Bun yang merupakan hasil kolaborasi antara Nikmat Group dan influencer terkenal, Fadil Jaidi. Keunikan dari brand burger lokal ini ialah mengeluarkan Burger Blackpepper pertama di Indonesia.

Tak heran burger ini menjadi sangat populer di kalangan artis, influencer maupun masyarakat. Bahkan, roti bun dalam burger ini memiliki stampel logo Traffic Bun.

Selain itu burger yang populer di Tanah Air lainnya yaitu:

  1. Lawless Burger

Burger Lawless Jakarta awalnya penggabungan Howling Wolf milik Arian13 dan Sammy dari Seringai. Serta Pistone milik Gofar Hilman dan Ucup. Sayangnya Gofar Hilman keluar dari Lawless akibat kasus yang menimpanya.

Burger ini menyajikan varian dengan porsi besar. Tak heran membuat banyak orang yang penasaran akan rasanya. Hampir setiap saat restoran ini memiliki daftar waiting list yang cukup panjang.

  1. Burger Bangor

Brand ini merupakan salah satu bisnis food and beverages yang fokus dalam makanan burger. Salah satu pendirinya seorang artis dan olahragawan Denny Sumargo. Bahkan di tahun 2021, Burger Bangor memiliki 140 outlet di Indonesia.

Tak heran brand ini selalu membuka kemitraan melalui franchise. Hal ini karena penikmat Burger Bangor yang tidak pernah bosan akan citra rasanya yang lezat.

  1. Burgushi

Nama Wilson Tjandra merupakan pemilik Burgushi. Kepanjangan dari burger dan sushi. Makanan ini terbilang unik karena membagi menu menjadi tiga kategori. Yaitu team burger, team sushi, dan team chicken.

Keunikan tersebut membuat Burgushi dalam waktu sekitar satu tahun sudah mencapai omzet hingga Rp 200 juta/bulan. Bahkan saat ini gerai Burgushi sudah tersebar di berbagai tempat.

  1. Klenger Burger

Bisnis ini didirikan oleh suami istri Gatut Cahyadi & Velly Kristanti yang telah melegenda sejak tahun 2006 di bisnis kuliner food & beverage. Disamping rasanya yang lezat, burger ini menawarkan harga yang relatif murah.

Harganya bervariasi antara Rp20.000 (Chicken Patty NOBAN) – Rp53.500 (Double Beef Patty & Cheese) yang tersedia di 17 outlet mereka. Bahkan burger ini dianggap sebagai salah satu burger lokal tertua di Indonesia.

Reporter: Azzura Tunisya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini