Pria Ini Keluh Sakit Perut Selama 2 Bulan, Ternyata Ada Benda Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Biasanya kita mengalami sakit perut kalau sedang kena masuk angin atau salah makan. Nah salah makan yang biasa kita alami biasanya karena makanannya gak steril (masaknya gak sesuai SOP) atau makanannya udah mau basi.

Tapi lain halnya dengan pria asal India ini. Ia mengeluh sakit perut selama dua bulan tanpa keluarganya ketahui penyebabnya.

Setelah dibawa ke rumah sakit dan melakukan CT Scan, terungkaplah penyebabnya ia merasakan sakit perut berkepanjangan tersebut. Pria dengan nama Pradip Kumar Dhali ternyata selama ini memakan paku lho!

Melansir dari New York Post, Pradip telah mendapatkan perawatan dan telah dioperasi menggunakan bantuan magnet untuk mengeluarkan paku satu per satu. Mengejutkannya, dalam perut pria debus itu terdapat 600 buah paku!

Beruntungnya, gak ada satu pun paku yang menusuk isi perutnya.

Usut punya usut, pihak keluarga Pradip ternyata punya kebiasaan aneh seperti memakan benda asing. Namun mereka gak menyangka bahwa Pradip memakan paku sebanyak itu.

Aneh-aneh aja ya gaes. Kalau kalian punya kebiasaan makan makanan aneh apa nih gaes?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini