Potret Tampan Cha Eun Woo dalam Balutan Seragam Jiu Jitsu

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Stasiun televisi TVN merilis potongan gambar terbaru dari Cha Eun Woo yang berperan sebagai Lee Su Ho di drama berjudul “True Beauty.” Drama romantis ini diadaptasi dari sebuah serial webtoon popular karya penulis Yaongyi.

Dalam drama “True Beauty,” Cha Eun Woo berperan sebagai seorang siswa yang tampan lagi populer. Akan tetapi, di balik ketampanan dan kepopulerannya itu, Cha Eun Woo menyimpan luka tersembunyi yang hanya diketahui dirinya sendiri.

Ia kemudian bertemu dengan Lim Ju Gyeong yang diperankan oleh aktris cantik berdarah Korea Selatan-Jerman, Moon Ga Young. Seiring berjalannya waktu hubungan keduanya kian akrab, keduanya bahkan tak ragu berbagi rahasia dan belajar menyembuhkan luka melalui cinta.

Eun Woo sejatinya merupakan pria berhati dingin yang memiliki segalanya, mulai dari visual yang memukau hingga rekor akademik terbaik, dan keterampilannya bermain basket. Idaman!

Dalam foto yang dirilis Soompi, Senin, 7 Desember 2020, Cha Eun Woo terlihat gagah mengenakan pakaian bela diri, jiu-jitsu berwarna putih dengan sabuk biru. Cha Eun Woo sukses memikat penonton dengan tatapannya yang fokus dan bentuk rahangnya yang sempurna.

Selain tatapannya yang tajam, ekspresi Cha Eun Woo saat mengalahkan lawannya semakin memikat penonton, khususnya kaum perempuan. Potongan gambar terbaru membuktikan hasil dari latihannya, yang membuat penonton perempuan semakin gregetan.

“Saya berlatih jiu-jitsu dengan sangat keras demi memerankan karakter Su Ho, yang menyukai olahraga dalam drama ini. Berkat itu, saya rasa hobi saya bagus,” kata Cha Eun Woo.

Penasaran ingin melihat akting Cha Eun Woo? Tunggu ya, “True Beauty” akan tayang perdana pada 9 Desember jam 10.30 malam waktu setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini