Posisi Tidur Menunjukkan Hubungan Asmara Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA Tidur dengan pasangan dalam posisi tertentu memiliki banyak makna, apakah hubungan asmara Anda dan pasangan baik-baik saja atau sebaliknya.

Saat tidur, tubuh kita berubah menjadi posisi ternyaman yang tentu saja melibatkan pasangan Anda, apakah memeluk lengannya atau tubuhnya, saling berpelukan, atau malah berjauhan.

Posisi tidur Anda dengan pasangan sebenarnya bisa menunjukkan parameter hubungan asmara antara Anda berdua. Melansir Times of India, berikut daftar posisi tidur yang meningkatkan dan mempererat hubungan Anda dengan pasangan.

Spooning

Ini adalah salah satu posisi tidur paling terkenal untuk pasangan karena membuat salah satu dari Anda merasa terlindungi dan aman. Posisi ini memastikan kenyamanan dan keamanan sebagai salah satu mitra, di mana salah satunya memeluk pasangannya. Meski posisi tidur ini sama sekali tidak nyaman, tapi posisi ini sangat menghibur.

Tatap muka dan saling bersentuhan

Ini berarti kedua pasangan saling berhadapan dan membiarkan lengan atau kaki mereka saling terkait. Ini adalah pertanda hubungan yang sangat bahagia dan sukses karena pasangan cukup nyaman untuk saling berhadapan dan tidur bersama.

Sentuhan back-to-back

Kedua pasangan menghadap ke arah lain, tetapi membiarkan punggung mereka saling bersentuhan. Ini menandakan hubungan yang saling percaya satu sama lain dan intim. Saat tidur dalam posisi rileks ini, Anda dan pasangan justru akan semakin dekat secara emosional dan fisik.

Cradling

Tidur di dada pasangan Anda dengan kedua lengan dan kaki saling melingkari menunjukkan hubungan yang penuh gairah. Dengan tidur dalam posisi ini, pasangan Anda akan merasa terlindungi dan lega dengan kehadiran Anda, bahkan saat tidur; dan sebaliknya. Namun, itu tidak bisa selalu nyaman karena Anda berakhir dengan lengan dan kaki yang kaku alias pegal!

Tangling and then untangling

Dalam posisi ini, dua pasangan saling berkutat saat tidur, tetapi hanya di awal. Membungkus lengan atau meletakkan kaki di atas yang lain dan berada dalam keadaan acak-acakan atau berganti-ganti gaya sangat menggairahkan dan intim. Tetapi ketika tidur nyenyak mengambil alih, pasangan melepaskan diri dan tidur dalam posisi terpisah. Ini berarti pasangan sama-sama intim dan mandiri.

Saling berhadapan, tapi tidak menyentuh

Sekalipun Anda dan pasangan saling berhadapan saat tidur, tapi tidak saling bersentuhan, bisa jadi masalah serius. Ini menunjukkan hubungan di mana Anda atau pasangan mungkin tidak merasakan perhatian yang diinginkan dari satu sama lain yang dapat mencekik secara emosional. Anda berdua harus saling menyentuh, meskipun hanya sedikit.

Tidur tengkurap

Posisi ini mungkin nyaman, tetapi ketika Anda dan pasangan lebih suka tidur dalam posisi ini meski bersama-sama, itu bisa menandakan adanya masalah. Ada kurangnya kepercayaan, keterbukaan, dan kerentanan dalam hubungan yang jika tidak diperiksa, dapat mengkhawatirkan.

Tidur di kedua sisi tempat tidur

Jika kedua pasangan tidur di kedua sisi tempat tidur, tanpa berhadapan atau menyentuh satu sama lain, itu bisa berarti kurangnya keintiman, kepercayaan, dan keakraban yang serius. Lebih lanjut, Anda dan pasangan tidak cukup nyaman untuk tidur bersama. Dalam situasi seperti itu, sebaiknya bicarakan tingkat kenyamanan satu sama lain.

Starfish

Merentangkan lengan dan kaki Anda dalam bentuk bintang laut di tempat tidur bisa menjadi posisi yang sangat nyaman untuk tidur. Namun, jika pasangan Anda juga ada di tempat tidur, itu bisa menjadi tanda keegoisan.

Dan menyebabkan pasangan Anda terpaksa tidur di ruang yang sangat sempit, jika tempat tidurnya tidak cukup besar. Artinya pasangan yang berbaring dalam posisi bintang laut tidak peduli dengan kenyamanan atau kebutuhan pasangannya.

Leg hug

Posisi tidur ini mencakup pasangan yang melibatkan satu kaki dengan pasangannya sebagai upaya untuk menjaga keintiman tetap hidup dalam hubungan. Ini menentukan hubungan tegang di mana satu pasangan berusaha sangat keras untuk mempertahankan ikatan sementara yang lain tidak terlalu peduli tentang itu. Ada ketidakseimbangan yang sangat besar dalam hubungan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini