Pernikahan Muzdalifah dengan Suami Berondong Diramal Alami Penyesalan, Sekarang Gimana?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kehidupan Muzdalifah tak luput dari sorotan netizen. Pengusaha kaya raya itu sudah menikah tiga kali seblum menetapkan hatinya pada suami berondongnya, Fadel Islami.

Sudah satu tahun lebih keduanya membina rumah tangga. Keduanya menikah pada Jum’at 26 April 2019.

Setelah pernikahan Muzdalifah dan Fadel Islami, masih banyak gosip tak sedap yang beredar. Misalnya peramal Endang Tarot yang juga pernah menerawang kehidupan rumah tangga Fadel dan Muzdalifah.

Melansir dari kanal Youtube Populer Seleb pada 1 Mei 2019, Endang Tarot mengambil tiga kartu tarot untuk meramalkan kehidupan pasangan suami istri tersebut.

Kartu pertama yang dipilihkan olehnya menggambarkan menggambarkan kaisar raja di raja. Hal ini mewakili progres perjalanan kehidupan pasangan tersebut.

Dimana kartu tersebut mengungkapkan kecenderungan adanya karakter seorang pemimpin yang otoriter. “Jadi seperti memaksakan keinginanan, atau kehendak untuk mewujudkan sebuah keinginan, sesuai gambarannya atau impiananya,” ungkap Endang.

Kartu selanjutnya menunjukkan empat piala, atau elemen piala air, akan menggambarkan sebuah perasaan. Berdasarkan kartu tersebut Muzdalifah lebih mendominasi dalam memberikan perhatian.

“Kalau dilihat di sini ada yang lebih atraktif, atau lebih mendominasi, jadi kalau perhatian itu bisa jadi Muzdalifah yang memberikan perhatian, dan mencukupi kebutuhan” terangnya.

“Di sini bahkan ada pihak lain yang terkesan cuek dan kurang merespon,” tambahnya.

BACA JUGA: Heboh Curhat Muzdalifah Soal Wanita Penggoda, Sindir Suami?

Sementara kartu terakhir yang di tunjukkan Endang, menunjukkan lima gambar tongkat atau elemen api. sang paranormal menyebutkan pasangan suami istri ini akan menemukan gesekan dan perbedaan.

Dalam kartu tersebut juga diungkap bahwa kegaduhan yang digambarkan kartu tersebut akan menimbulkan penyesalan. “Ini akan muncul penyesalan, karena kondisi yang ditunjukkan tidak membuat bahagia,” ujarnya.

Sang peramal mengatakan bahwa kartu tersebut, dapat dijadikan anisipasi dari sekarang. Sebab yang dilihat sekarang buruk, masih dapat diantisipasi.

“jika kedua pasangan tersebut saling mengarah pada hal baik, berubah lebih baik dan saling memperbaiki akan merubah banyak hal untuk mengarah pada situasi dan kondisi yang lebih baik,” ucapnya.

Meski demikian, hingga saat ini kehidupan rumah tangga pasangan beda 15 tahun ini masih terlihat adem ayem. Apalagi baru-baru ini keduanya diundang di progam televisi.

Fadel Islami rupanya memiliki tips khusus untuk mencuri hati Muzdalifah. Meski mengaku tidak romantis, tapi Fadel Islami mengaku tetap perhatian kepada wanita yang berprofesi sebagai pengusaha itu.

“Kalau berbagi tips yang pertama memang kembali ke niat sih niat, harus dewasa nentuin komitmennya apa, kedepannya apa itu ajah sih,” kata Fadel Islami saat tampil di “Brownis” Trans TV, Selasa (27/5).

“Kalo aku aku tipe orang yang tidak terlalu romantis cuma perhatian ajah. (contohnya)Kalo weekend ngajak keluarga. Nonton pasti makan di luar kalo ada waktu liburan ya liburan,” lanjutnya.

Muzdalifah sendiri membalas perhatian sang suami dengan sikap yang romantis agar Fadel Islami betah di rumah. “Jadi tiap hari aku buat suami betah di rumah. aku selalu masak biar nafsu makannya gimana. Jadi suami juga tadinya nggak nafsu makan jadi nafsu. (dibikin hiasan) iya,” jelas Muzdalifah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini