Perdana Main Film Horor, Vino G Bastian Enggan Dibuka Mata Batin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vino G Bastian untuk pertama kali main film horor berjatuk ‘Qodrat’. Berperan sebagai ustaz, Vino mengaku menolak mata batinnya dibuka.

Vino berperan sebagai ustaz bernama Qodrat yang memiliki kemampuan merukiah. Untuk mendalami perannya, Vino belajar langsung dengan ahli rukiah termasuk berlatih membaca Al-Quran.

“Selama reading, syuting, saya selalu didampingi sama ustadz rukiah, jadi dia akan mengoreksi gerakan dan bacaan saya dan satu lagi dia sempat mau membuka penglihatan saya cuma saya enggak mau,” ujar Vino.

“Saya enggak pengin melewati batas itu, ini hanya untuk syuting, saya riset, saya belajar ngaji, itu untuk melafazkan yang benar, bagaimana merukiah yang benar. Kalau di luar itu, nanti lari dari pekerjaan saya,” katanya.

Vino mengaku awalnya tidak ingin terlibat dalam film ‘Qodrat. Tapi, setelah diskusi dengan sutradara Charles Gozali, pemeran ‘Wiro Sableng’ itu akhirnya setuju.

“Buat saya ini berat banget, tapi setelah diskusi panjang bahkan Charles sempet ngerjain film lain, kita ketemu lagi dan Marsha juga bergabung, saya optimis ini akan jadi beda untuk film Indonesia,” ungkapnya.

Film ‘Qodrat’ akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Oktober 2022. Selain Vino, film ini dibintangi Maudy Effrosina, Randy Pangalila, Cecep Arif Rahman, Pritt Timothy, Whani Darmawan, dan Agla Artalidia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini