Percaya Mitos, Begini Kondisi Janin yang Disimpan Selama 46 Tahun di Dalam Perut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masa hamil umumnya berlangsung selama 9 bulan 10 hari, dan waktu yang normal untuk melahirkan biasanya antara minggu ke-37 hingga minggu ke-42.

Banyak kasus perempuan yang tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil karena gejala hamil yang berbeda-beda, bahkan ada yang tidak merasakan gejalanya. Namun berbeda dengan kisah dari wanita satu ini.

Bermula pada tahun 1955, Zahra Aboutalib sedang mengandung di usia 26 tahun. Awalnya ia tidak pernah memerikasakan kandungannya ataupun memberitahu kondisi kehamilannya pada tim medis setempat.

Merasakan sakit pada perutnya, Zahra dilarikan ke rumah sakit. Ia akhirnya melakukan pemeriksaan rutin, namun ia melihat perempuan hamil lainnya yang meninggal saat melahirkan. Kejadian tersebut rupanya yang membuat Zahra untuk pergi dan tak akan kembali lagi ke rumah sakit.

Tak lama setelah itu, wanita asal Casablanca, Maroko itu mengalami rasa sakit lagi. Namun ia mencoba untuk menahannya selama kurang lebih 48 jam hingga rasa sakit itu hilang sepenuhnya.

Usai rasa sakit itu hilang, Zahra menggenapkan kehamilannya hingga usia satu tahun. Ia meyakini mitos ‘anak tertidur’ dari Maroko dan Maghrebian, di mana janin akan menjadi tidak aktif dan tertidur jika belum lahir dari hari perkiraan persalinan.

Mitos tersebut dipercaya sebagai kejadian akibat terkena sihir hitam dan putih dalam janin. Zahra yang percaya akan mitos itu pun akhirnya memilih untuk membiarkan kehamilannya meski sudah lewat dari satu tahun.

Kehidupannya berjalan normal, hingga setelah 46 tahun berlalu, ia kembali merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya. Tak tahan, ia pun diantar oleh anak angkatnya untuk ke rumah sakit.

Usai melakukan scan ultrasound (USG), dokter menemukan ada sesuatu di dalam rahim Zahra. Dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan MRI. Dugaan sementara dari dokter adalah tumor ovarium.

Dokter memutuskan untuk melakukan pembedahan. Betapa terkejutnya tim medis setelah mengetahui bahwa benda tersebut bukanlah tumor, melainkan bayi yang telah menjadi mumi dan membatu.

Ternyata selama ini Zahra mengalami kehamilan yang aneh, yaitu kehamilan ektopik di mana janin telah memecahkan tuba fallopi dan berkembang di rongga perut.

Kondisi yang dialami Zahra ini terjadi karena bayi yang ia kandung telah meninggal dunia saat masih berada di dalam rahim. Itulah yang membuat janin tersebut membuat cangkang kerang di sekitarnya hingga membuatnya menjadi mumi. (Dinda)

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini