Pengakuan Mel C: Victoria Beckham Mabuk Berat dan Buang Celana Dalamnya dari Jendela Taksi

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Melanie Chisholm atau biasa disapa Mel C membeberkan kelakuan liar rekan-rekannya di Spice Girls di malam penandatanganan kontrak dengan Virgin Records di 1995.

Dalam otobiografinya, Mel C menceritakan kejadian liar yang terjadi usai Spice Girls menandatangani kontrak dengan Virgin Records. Usai penandatanganan tersebut, personel Spice Girls memutuskan naik taksi ke sebuah restoran.

Di dalam taksi, Mel C menyebut Victoria sangat mabuk. Bahkan, suami David Beckham itu melemparkan celana dalamnya melalui jendela. Saking mabuknya, Victoria tertidur saat makan malam di restoran mewah.

Spice Girls naik taksi ke Kensington Place, sebuah restoran megah di London Barat, setelah penandatangan kontrak dengan Virgin Records.

“Saat kami tiba di restoran, kondisi taksi sudah rusak. Ada lipstik, sampanye, dan bunga. Entah bagaimana, celana dalam Victoria dibuang ke luar jendela,” tulis Mel C.

Mel C mengatakan, manajer Simon Fuller harus memberikan sopir taksi 50 Poundsterling akibat kekacauan dan aksi liar para personel Spice Girls.

“Kami masuk ke restoran mewah itu dalam kondisi bau minuman keras dan rokok. Para pengunjung di restoran merasa terganggu. Di titik in, Victoria sangat mabuk sehingga dia tertidur telungkup di meja. Saat ini dia masih tak pakai celana dalam,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini