Penderita Diabetes, Bisa Ikuti Tips Ini untuk Menjalankan Puasa Ramadan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penderita diabetes mungkin bisa terkena godaan makanan manis seperti kurma, nastar, kolak, es buah dan makanan manis lainnya.

Menurut, Federasi Diabetes Internasional dan Aliansi Internasional Diabetes dan Ramadan (DAR) telah mengemukakan pedoman nutrisi bagi umat Islam yang menderita diabetes saat menjalankan puasa.

Beberapa pedoman tersebut menurut hindustantimes.com, yakni penderita diabetes harus memenuhi gizi seimbang dengan total karbohidrat sekitar 40-50 persen dengan glikemik indeks (GI) rendah.

Selain itu, perlu juga memenuhi kebutuhan protein dengan konsumsi kacang-kacangan, ikan, ungags, atau daging tanpa lemak dengan jumlah 20-30 persen dari porsi harian. Sementara tubuh juga membutuhkan lemak sekitar 30-35 persen dari porsi harian. Lemak yang dimaksud adalah lemak mono dan lemak tidak jenuh ganda.

Kemudian, penderita diabetes perlu memerhatikan glutemik indeks (GI) atau kadar gula dalam karbohidrat. Sebaiknya, kadar GI dalam karbohidrat yang dikonsumsi tergolong rendah karena tidak memiliki efek langsung pada glukosa darah postprandial.

Maka, lebih baik jika mengonsumsi karbohidrat yang memiliki serat yang tinggi seperti biji-bijian. Namun ada pilihan lainnya seperti sayuran, buah-buahan utuh, yoghurt dan susu.

Selain menghindari kadar gula tinggi dalam karbohidrat, penderita diabetes bisa memilih makanan penutup yang sarat akan gula. Salah satu makanan penutup yang sehat adalah sepotong buah mengingat makanan manis yang kaya akan gula harus dihindari setelah buka puasa dan di antara waktu makan.

Terakhir, para penderita diabetes juga harus mengurangi minuman manis. Penggantinya yaitu dengan mengonsumsi air putih saat sahur dan buka puasa. Minuman berkafein seperti kopi, the, minuman cola juga harus dihindari karena berfungsi sebagai diuretik yang bisa menyebabkan dehidrasi.

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini