Pemerintah Larang WNA Masuk Indonesia, Deddy Corbuzier: Mereka Dengar Saya!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di tengah pandemi corona (Covid-19) yang merebak di Indonesia, Deddy Corbuzier sempat resah karena WNA masih masuk Indonesia saat pandemi virus Corona.

Hal itu ia sampaikan di Instagram pada unggahan Senin 30 Maret 2020. Dia bertanya-tanya mengapa warga Indonesia diminta di rumah saja tapi Warga Negara Asing (WNA) masih bisa masuk Indonesia.

“Anw.. kita disuruh #dirumahaja tapi WNA masih bisa masuk Indonesia.. bandara masih dibuka..,” tulis Deddy Corbuzier di Twitter nya yang diunggah ulang di Instagram, Senin (30/3/2020).

“Lah.. gue ke mall neh!!,” lanjutnya bercanda dengan emoticon menangis tertawa.

Kekhawatiran Deddy itu pun seperti didengar Pemerintah. Dalam konferensi pers hari ini, Selasa 31 Maret 2020, Menlu Retno Marsudi menyampaikan kebijakan pemerintah soal lalu lintas warga negara asing ke Indonesia.

Kata Retno, WNA untuk sementara waktu dilarang berkunjung ataupun transit di wilayah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

“Presiden sudah memutuskan bahwa kebijakan yang ada selama ini perlu diperkuat, jadi saya ulangi kebijakan yang sudah ada perlu diperkuat dan telah diputuskan bahwa semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,” kata Retno, Selasa 31 Maret 2020.

Pernyataan dari Menteri Retno ini bagaikan jawaban akan kekhawatiran Deddy. Di Instaramnya, Deddy kembali berkomentar sambil mengunggah potongan berita

“There finally (Akhirnya)… They hear me (mereka dengar saya). Hari ini tutup. And buat yg kmrn adu julit dan argumen saat gw ngomong hrs tutup.. Dan pada ribut sendiri.. Look at this (lihat ini),” tulis Deddy Corbuzier, Selasa 31 Maret 2020.

Deddy menegaskan dia ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dia juga akan menghapus cuitannya sebelumnya.

“Remember kita semua mau yg terbaik untuk negara ini… Love u all. Abis ini gw apus..,” sambungnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini