Panutan, 10 Artis Indonesia ini Pernah Terpilih Jadi Duta Organiasasi Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selain memiliki bakat di dunia entertainment, beberapa artis cantik dan tampan ini telah melebarkan prestasi mereka dalam berbagai bidang. Beberapa dari mereka bahkan terpilih menjadi duta organisasi sosial bertaraf dunia yang tentunya sangat mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Mereka terpilih berdasarkan imej baik sebagai seorang publik figur dan memiliki kepedulian sosial yang disalurkannya kepada masyarakat. Simak deretan artis Indonesia yang pernah didaulat menjadi duta organisasi kelas dunia berikut ini.

Anggun

Penyanyi dengan suara khas yang mendalam ini pernah didaulat sebagai FAO Goodwill Ambassador United Nations. Tugas Anggun sebagai duta adalah meningkatkan kesadaran publik dan menyebarluaskan informasi tentang isu-isu yang terkait dengan ketahanan pangan dan kelaparan.

Ferry Salim

Sejak tahun 2004 lalu, ayah dari aktris tampan Brandon Salim, Ferry Salim, telah menjadi Duta Nasional UNICEF di Indonesia. UNICEF merupakan organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.

Joe Taslim

Aktor berkelas internasional ini pernah menjadi Duta Perlindungan Harimau dari WWF pada 2004 silam. Tugasnya sebagai duta adalah melakukan kampenye perlindungan harimau Sumatera.

Agnez Mo

Pada 2007 lalu, penyanyi yang telah melebarkan sayapnya ke kancah internasional, Agnez Mo, didaulat sebagai duta anti narkoba se-Asia. Selama melakukan perannya sebagai duta anti narkoba, Agnez Mo melalukan berbagai kampanye anti narkoba dan berkeliling di beberapa negara Asia oleh organisasi internasional bernama Drugs Enforcement Administration (DEA) dan IDEC Far East Region. 

Melanie Subono

Di tahun 2014 lalu, Melanie pernah dipercaya menjadi duta anti perbudakan. Selain itu, Melanie juga ditunjuk oleh UNICEF menjadi duta kampanye Tinju Tinja, dimana dirinya mensosialisaikan untuk tidak buang air besar sembarangan.

Sherina Munaf

Mantan aktris cilik yang terkenal melalui aktingnya dalam film Petualangan Sherina juga pernah ditunjuk untuk menjadi duta UNICEF.

Nicholas Saputra

Aktor yang dikenal karena bakat aktingnya dalam beberapa film populer ini juga pernah didaulat sebagai Duta Nasional UNICEF. Nicholas dinilai memiliki komitmen yang kuat terhadap isu-isu sosial dan keinginan untuk menciptakan perubahan.

Luna Maya

Model dan pemaim film, Luna Maya, juga pernah didaulat sebagai Duta Pangan. Berbeda dari Anggun, dirinya ditunjuk oleh World Food Program (WFP).

Reza Rahardian

Aktor berbakat dengan segudang prestasi dan telah berperan dalam berbagai judul film ini pun pernah ditunjuk sebagai duta untuk United Naitions Development Programme (UNDP) PBB.

Nadya Hutagalung

Nadya Hutagalung didaulat sebagai Duta Besar Niat Lingkungan PBB pada 2017 silam. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Global untuk Earth Hour WWF. Nadya bahkan pernah berpidato di Majelis Umum PBB sebgai bagian dari Hari Margasatwa Dunia.

Reporter: Sheila Permatasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini