Pakai Masker Bisa Turunkan Kadar Oksigen, Mitos atau Fakta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak ada habisnya membahas polemik tentang masker di masa pandemi ini. Perannya sebagai pelindung wajah untuk mencegah paparan virus Covid-19 yang menular dari droplet terus dikulik keefektifannya.

Pembahasannya pun semakin panjang, mulai dari jenis, hingga mitos-mitos yang masih dipertanyakan. Salah satunya mengenai kadar oksigen yang bisa turun akibat penggunaan masker.

Banyak orang berpikir memakai masker akan membuat mereka sulit bernapas atau menurunkan kadar oksigen. Faktanya, laporan dari American Lung Association membantah hal tersebut.

Menurut laporan tersebut, masker telah didesain agar pemakainya bisa bernapas sehingga tidak akan terjadi penurunan kadar oksigen pada tubuh. Meski demikian, penggunaan masker N95 dalam waktu lama pada pasien gangguan paru-paru memang terbukti dapat menyebabkan penumpukan kadar oksigen dalam tubuh.

Dengan begitu, mereka yang memiliki masalah paru-paru disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenal polemik ini.

Menurut profesor biologi dari Texas Unversity, Benjamin Neuman, kondisi lingkungan yang lembab memang bisa membuat kita sulit bernapas saat memakai masker. Namun, hal ini tidak akan membuat kadar oksigen tubuh menurun.

“Tubuh cukup pandai menyesuaikan diri untuk menjaga tingkat oksigen yang dibutuhkan,” kata Neuman.

Tak sampai di situ, mitos perihal polemik masker ini semakin dibuktikan oleh seorang dokter di Irlandia, dr. Matiu O Tuathail yang merilis sebuah video di akun Twitternya. Ia menunjukkan bahwa memakai masker wajah enam sekaligus, tidak mengurangi kadar oksigen manusia.

dr. Maitiu sempat ditanya apakah memakai masker wajah menurunkan kadar oksigen?

“Saya juga memakai 6 masker wajah. Hal itu tidak berpengaruh pada kadar oksigen saya,” ucapnya.

Hingga saat ini belum ada para ahli atau bukti ilmiah yang mengatakan bahwa memakai masker bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kadar oksigen. Bagian terpentingnya adalah tetap gunakan masker dengan baik dan benar saat keluar rumah dan terapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai virus Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini