Pakai Baju Ketat, Tante Ernie Mirip Ji Sun Woo ‘TWOTM’?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belakangan sosok Ernie Judojono alias Tante Ernie menjadi sorotan netizen. Tante Erni disebut-sebut ‘Tante Pemersatu Bangsa’ yang menjadi simbol seksi dari kalangan wanita berusia matang.

Di Instagramnya itu ia mengunggah foto-foto seksi dirinya. Seiring dengan kepopulerannya saat ini, Ernie sudah mendulang 1,2 juta followers di Instagram.

Lewat unggahannya pada Jumat 22 Mei 2020 di Instagram, Tante Ernie bergaya mengenakan dress ketat berwarna abu-abu. Dalam captionnya, ia bertanya apakah dirinya sudah mirip dengan karakter Ji Sun Woo dari drama The World of The Married.

BACA JUGA: Foto Seksi Tante Ernie Pemersatu Bangsa, Dibuat Konten hingga Komentar Kurang Ajar

Tampaknya sejak nama Tante Ernie viral, banyak penggemar yang sering menyebutnya mirip dengan karakter utama di drama tersebut. Namun, rupanya Tante Ernie tak tahu dan tak mengenal sosok Ji Sun Woo yang sering disebutkan oleh para penggemarnya.

“Udah mirip Ji Sun Woo belum?? Aku tuh gak tau siapa dia, tapi orang komen banyak banget kalau aku mirip dia.. Siapa yang pecinta drakor disini??,” tulis Ernie pada foto yang diunggah Jumat 22 Mei 2020.

Melihat unggahan Tante Ernie itu, para penggemar pun langsung memberikan komentarnya. Bahkan banyak yang menyebut jika Tante Ernie lebih cantik dari sosok Ji Sun Woo.

“Jgn babe… disiksa, diselingkuhin si Sun Woo hahah… stress dah nontonnya,” kata @ulfh**liviaulya.

“Tante ernie > Ji Sun Woo,” kata bete**ng.

“Ji sun woo mah ga ada apa2nyah, lewat sama tanteh,” tulis @bung**ngtomo.

“Kalau begini tae oh ga bakal selingkuh tan ?,” komentar @xtreme**rch.

“yaa kalo emg udah cantik dr sana nya mau diapain juga cantik tannn, modal dr Tuhan buat menggunakan modal itu utk kebaikan org banyakk, sukses selalu tann?,” komentar @garind**tama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini