Olahraga yang Tepat Bagi Pasien Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak pandemi Covid-19, masyarakat berbondong-bondung melakukan kegiatan yang diklaim mampu menangkal virus tersebut, seperti berjemur di bawah sinar matahari dan berolahraga.

Biasanya, kegiatan berjemur dilakukan pada pagi hari antara pukul 9 hingga 10. Berjemur di bawah sinar matahari sendiri diketahui dapat mengaktifkan vitam D dalam tubuh yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D juga memiliki fungsi lain seperti menjaga kekuatan tulang dan otot, mencegah osteoporosis, menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah, dan mencegah kanker jenis tertentu.

Karena saat ini di Indonesia memasuki musim penghujan, sering kali masyarakat tidak bisa berjemur di bawah matahari. Tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh vitamin D, salah satunya dengan mengkonsumsi produk makanan yang telah terfortifikasi seperti susu, keju, dan sereal. Selain itu, vitamin D juga bisa berasal dari kuning telur, minyak ikan cod, salmon, tuna, dan suplemen.

Selain berjemur, olahraga juga dipilih sebagian besar masyarakat dalam menangkal virus Covid-19. Kegiatan yang satu ini memang sudah terbukti mampu membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Bahkan, jika dilakukan dengan rutin dan teratur, aktivitas positif ini dapat membantu mengoptimalkan penyembuhan beberapa penyakit.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menganjurkan berolahraga selama 150 menit tiap minggunya ditengah pandemi. Tujuannya, agar masyarakat tetap sehat dan fit.

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, mengatakan jika olahraga sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Aktivitas ini pun dapat memperpanjang umur seseorang.

Tetapi perlu dicatat, tidak semua pasien Covid-19 diperbolehkan untuk berolahraga. Pasien yang dilarang melakukan aktifitas ini yakni yang memiliki gejala klinis tidak stabil, seperti tekanan darah, detak jantung, laju pernapasan, dan suhu tidak dalam batas normal.

Jika pasien tersebut nekat berolahrga, kemungkinan terhadi distress pernapasan. Sehingga, saat kondisi rentan, pasien dianjurkan untuk beristirahat dan fokus pada pengobatan.

Meski begitu, pasien tak bergejala (OTG) atau pasien dengan gejala ringan tetap harus berolahraga agar mampu mempertahankan fungsi pernapasan. Jenis olahraga yang diperbolehkan pun hanya olahraga dengan intensitas ringan.

Olahraga ringan difokuskan untuk sistem pernapasannya agar kesehatan jantung dan paru-paru meningkat. Dengan demikian, pasien akan memiliki kekuatan yang lebih untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Salah satu olehraga ringan ialah berjalan. Olahraga jenis ini bisa dilakukan di dalam rumah oleh pasien Covid-19. Durasi yang dibutuhkan pun cukup singkat, hanya 5 sampai 10 menit. Jika sudah terbiasa, pasiem bisa meningkatnya secara bertahap hingga 30 menit.

Melihat tayangan olahraga secara daring bisa menjadi pilihan berikutnya. Tapi perlu diingat, hanya olahraga ringan saja yang perlu dilakukan, seperti teknik peregangan.

Dikutip dari laman hellosehat, ada beberapa jenis peregangan yang mudah untuk ditiru seperti runner’s stretch, bound angle, dan seated back twist.

Runner’s strestch sangat baik dilakukan terutama untuk tubuh bagian bawah seperti paha dan pinggul. Sedangkan, bound angle sangat baik untuk membantu mengurangi ketegangan diantara pinggul dan otot paha dalam. Caranya pun cukup mudah yakni dengan duduk di lantai dengan posisi kedua telapak kaki menempel.

Yang terakhir, seated back twist sangat baik dilakukan karena berguna membantu meningkatkan mobilitas terutama pada orang yang memiliki masalah tulang belakang.

Reporter: Diani Ratna Utami

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Jadi Duta Komunikasi WWF, Cinta Laura Ajak Generasi Muda Peduli Krisis Air

Bali – Duta Komunikasi World Water Forum (WWF) ke-10 Cinta Laura mengajak generasi muda untuk lebih peduli pada persoalan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini